Tingkatkan Keuntungan UMKM dengan Pemasaran Digital

Bandung - TemanBaik, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) rasanya sudah akrab di telinga kita semua. UMKM adalah usaha ekonomi produktif dengan berbagai tingkat kepemilikan usaha yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008.

UMKM di Indonesia telah lama menjadi sorotan karena pemerintah Indonesia kerap mendorong masyarakatnya untuk mengembangkan terus UMKM lewat berbagai program yang membantu.

Apalagi di tengah pandemi yang tak tahu kapan ujungnya, belakangan UMKM mulai terpuruk karena dibatasinya penjualan secara tatap muka langsung. Hal ini dikarenakan adanya ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah, demi menurunkannya angka penyebaran virus di Indonesia.

Di era seperti sekarang, rasanya adalah waktu yang pas bagi para pelaku UMKM untuk mulai beralih ke sektor pasar yang sejalan dengan perkembangan teknologi, yaitu sektor pasar digital. Tak dapat dipungkiri, geliat kemunculan platform perdagangan elektronik seharusnya menjadi pemantik bagi para pelaku UMKM untuk mulai melebarkan pasar dagangannya ke arah digital.


Foto: Tangkapam Layar 'Digital Marketing Skill: Pelatihan Praktis Bagi Seluruh Pelaku Usaha Khususnya Pariwisata & UMKM Tentang Pemanfaatan Beberapa Teknologi & Media Sosial'


Baca Ini Juga Yuk:
 Bantu Jaga Bumi dengan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Merespon hal ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mengadakan seminar daring yang berjudul "Digital Marketing Skill: Pelatihan Praktis Bagi Seluruh Pelaku Usaha Khususnya Pariwisata & UMKM Tentang Pemanfaatan Beberapa Teknologi & Media Sosial' yang diadakan pada Rabu (5/8/2020).

Salah satu yang menjadi pembicara dan pembahasan dari seminar daring tersebut adalah tentang bagaimana pasar digital Indonesia memiliki peminat yang besar. Lewat berbagai platform dagang elektroniknya, masyarakat Indonesia cukup banyak menghabiskan banyak uang lewat dagangan yang di pasarkan di pasar digital.

Hal ini dipaparkan oleh Fernando Mulia SE., M.Kom, dosen dari departemen Manajemen Universtias Katolik Parahyangan yang menjadi salah satu narasumber pada seminar daring tersebut. Fernando menceritakan bahwa menurut data yang ia peroleh, orang Indonesia pasti mencari produk yang mereka inginkan  lewat internet terlebih dahulu, baru melakukan transaksi.

"Fakta menarik, bahwa 9 dari 10 orang Indonesia ini mencari produk secara daring sebelum melakukan transaksi. Bahkan, bukan 9 dari 10, tapi 9,3 dari 10. Artinya apa? Mereka akan googling atau cari aja di Google. Jadi, kalau ibu-bapak perusahaannya tidak muncul di Google, artinya kita kehilangan 9 orang yang mau beli produk ibu bapak," ungkap Fernando.

Fernando juga menjelaskan bahwa pengeluaran Indonesia untuk berbagai produk di platform perdagangan elektronik pada tahun 2019 lalu, bahkan sampai menyentuh angka miliaran dolar.

"Ini data tahun 2019, bahwa dari data di sini penjualan Indonesia, pada platform perdagangan elektronik untuk fesyen dan kecantikan ini 4,79 miliar dolar. Bayangannya, kurang lebih 1 miliar dolar itu Rp14 trilliun. Ini menunjukkan bahwa orang Indonesia belanja daringnya itu luar biasa besar," tambah Fernando.

Dari pemaparan tersebut, TemanBaik dapat melihat bahwa sebenarnya potensi UMKM lewat bisnis yang dipasarkan secara digital itu sangat besar. Tentu, potensi yang besar akan berdampak pada keuntungan yang lebih besar juga.

Foto: Tangkapam Layar 'Digital Marketing Skill: Pelatihan Praktis Bagi Seluruh Pelaku Usaha Khususnya Pariwisata & UMKM Tentang Pemanfaatan Beberapa Teknologi & Media Sosial'

Tingkatkan Keuntungan dengan Beriklan di Media Sosial
Dengan peralihan ke pasar digital seperti sekarang ini, tentu akan mempermudah bagi UMKM sebagai penjual maupun bagi para pembeli untuk bertransaksi. Hal ini juga menjadi salah satu peluang UMKM untuk lebih dikenal luas oleh para pembeli, bahkan sampai ke seluruh Indonesia.

Selain platform untuk berdagangnya, dalam perdagangan elektronik ini juga muncul sistem iklan lewat dengan menggunakan media sosial. Media sosial kini hadir sebagai aplikasi nomor satu yang paling sering diakses oleh masyarakat dunia, hal tersebut memberikan peluang agar produk kita dilihat orang. Misal, dengan beriklan di salah satu platform paling populer saat ini, yaitu Instagram. Selain penggunanya yang banyak, Instagram juga memberikan kebebasan untuk para pelaku UMKM untuk beriklan baik lewat foto maupun video, belum lagi dapat ditambahkan tulisan yang semakin menarik perhatian para pembeli.

Terkait hal tersebut, Fitrah Kurnia dari DIG.ME Digital dalam kesempatan yang sama menjelaskan betapa besar potensi yang nantinya akan didapat oleh para pelaku UMKM bila beriklan di Instagram. Bahkan, pengguna Instagram di Indonesia adalah yang terbanyak keempat di dunia. Per November 2018, jumlah pengguna Instagram di Indonesia mencapai 60 juta pengguna dan 45% pengguna mengaku sering membeli produk yang mereka lihat di Instagram. Fitrah sendiri adalah seorang Facebook Certified Digital Marketing Associate.

"Jadi, anda bisa bayangkan potensinya ketika produk anda muncul di Instagram, kemudian anda beriklan di Instagram," tutur Fitrah.

Iklan di Instagram atau disebut juga Instagram Ads adalah platform iklan di media sosial Instagram. Dengan konten instagram yang beragam mulai dari foto, video dengan berbagai durasi, hingga tulisan yang ada di setiap unggahan, tentu dapat membantu para pelaku UMKM untuk beriklan di Instagram. Ketika beriklan di Instagram pun tidak sembarangan, tetapi harus sesuai dengan apa tujuannya dan tentukan strategi pemasarannya.

"Jadi, setiap produk, setiap bisnis itu punya strategi pemasaran yang berbeda tentunya. Artinya nanti anda harus menentukan mana bentuk iklan dan tujuan apa yang mau anda capai, itu sesuai dengan produk dan bisnis anda tentunya," jelas Fitrah.

Nah, buat TemanBaik yang memiliki UMKM atau baru mau merintis, alangkah baiknya untuk melirik platform Instagram sebagai salah satu tempat mengiklankan produk. Instagram sebagai salah satu media paling populer saat ini tentu berpotensi menaikkan keuntungan UMKM milik TemanBaik, loh. Selamat mencoba, TemanBaik!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Le Buzz


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler