5 Pola Hidup untuk Kendalikan Penyakit Autoimun

Jakarta - TemanBaik, pernah mendengar nama penyakit autoimun? Walaupun untuk saat ini belum ditemukan obat untuk autoimun, namun kita masih bisa mengontrol penyakit ini sebelum penyebab dahsyat dari penyakit ini muncul.

Sebelumnya, bagi kamu yang belum tahu, autoimun itu sendiri adalah kelainan pada kekebalan tubuh yang menyebabkan kekebalan tubuh itu menyerang sel tubuh sendiri. Padahal seharusnya, sistem kekebalan tubuh bekerja untuk melindungi tubuh dari bakteri atau virus ataupunhal asing yang masuk ke dalam tubuh. Nah, pada individu autoimun, sel-sel kekebalan tubuh ini justru menyerang tubuh sendiri.

Ketua PP PERALMUNI Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, KAI menyebutkan penyintas autoimun sebetulnya bisa mencapai resesi. Resesi itu sendiri merupakan titik di mana sebuah penyakit bisa dikendalikan oleh penyintasnya. Selanjutnya, ia memaparkan ada 5 pola hidup sehat yang perlu diterapkan dalam keseharian hidup pernyintas autoimun. Apa saja sih? Yuk simak ulasannya!

Menurut Iris, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menerapkan pola hidup sehat yaitu dengan mengonsumsi makanan dan menjaga kebersihan. Ia kemudian merekomendasikan para penyintas autoimun agar mengonsumsi rempah-rempahan Indonesia. Ia menyebut berdasarkan beberapa penelitian, rempah Indonesia punya anti inflamasi alami yang berfungsi sebagai mengurangi peradangan, sehingga meredakan nyeri dan menurunkan demam. 

"Kalau kita bisa menggunakan rempah itu dengan takaran yang benar, rempah ini (bisa menjadi) obat yang relatif murah dan pasti menyehatkan," kata Iris.


                                                       Foto: Tangkapan Layar Webinar 'Romansa Remah dan Autoimun'

Baca Ini Juga Yuk: 
Cemas Akan Pandemi? Coba Terapkan Hal Ini

Selain itu, penyintas autoimun juga harus menjalankan pola hidup aktif mandiri. Seperti apa sih pola hidup aktif mandiri ini? Iris menyebutkan, pola hidup aktif mandiri ini bisa dilakukan dengan cara berolahraga. Ia menambahkan, manfaat olahraga bagi orang dengan autoimun antara lain memperbaiki kebugaran jasmani, memperbaiki kualitas tidur dan irama sirkadian, meningkatkan kapasitas antioksidan alamiah tubuh, meningkatkan kerja sistem imunitas tubuh baik dalam melawan infeksi maupun menekan inflamasi.

Akan tetapi, kita juga perlu memperhatikan prinsip olahraga untuk orang dengan autoimun ini. Iris menyarankan jenis olahraga bagi orang dengan autoimun antara lain olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, tekanan sendi minimal atau low impact exercise. Selain itu, olahraga secara perlu dilakukan secara teratur setidaknya dilakukan 3-5 kali dalam seminggu dengan durasi 30 menit.

"Jangan memilih olahraga yang terlalu berat, nanti autoimunnya kambuh," tegasnya.

Selanjutnya, penyintas autoimun juga perlu memperhatikan manajemen stres dalam dirinya. Iris menyebut berdoa, manajemen waktu, dan komunikasi positif adalah sebagian kunci dalam menerapkan pola manajemen stres untuk orang dengan autoimun. Selain itu, dalam diri orang dengan autoimun harus ada kedamaian.

Manajemen stres bagi penyintas autoimun ini disebut oleh Iris sebagai sarana pendukung menuju tahap resesi, atau terkendalinya penyakit dalam tubuh penyintas autoimunnya. Jadi, sebisa mungkin hindarkan orang dengan autoimun ini dari sesuatu yang membuatnya tertekan atau stres, ya.

Poin penting keempat adalah terus belajar. Ya, penyintas autoimun harus terus memperbarui pengetahuan tentang autoimun itu sendiri. Namun, Iris menyarankan kita untuk selalu waspada saat mencari atau mendapatkan informasi tentang autoimun, apalagi jika sumbernya kita dapat dari internet. Pasalnya, ada banyak hoaks atau disinformasi mengenai hal ini.

Ia juga menyarankan orang dengan autoimun untuk bergabung dengan komunitas belajar. Menurutnya, di dalam komunitas belajar terdapat pertukaran informasi yang cepat sehingga orang dengan autoimun bisa terus mempelajari tentang penyakit yang dideritanya.

"Selain itu, kelola keuangan dengan benar untuk menyeimbangkan pengeluaran beli obat, dan lain sebagainya," pesan Iris.

Hal terakhir yang perlu dicatat adalah menerapkan gaya hidup positif. Tiga hal yang disebut Iris sebagai penerapan hidup positif antara lain menyeimbangkan pikiran, kerja cerdas dan selalu tersenyum. Ia menambahkan, saat seseorang tersenyum, antibodi tubuh orang tersebut akan bekerja lebih maksimal. Namun sebaliknya, jika seseorang khususnya orang dengan autoimun memelihara hal negatif dalam tubuhnya, maka semua yang ada dalam tubuhnya akan mengalami gangguan.

Sebagai penutup, Iris mengingatkan kepada penyintas autoimun bahwasannya untuk mencapai resesi, penyintas autoimun ini harus menerima terlebih dahulu penyakit yang menyerang dirinya. Setelah itu, jalankan lima prinsip hidup sehat agar autoimun dalam tubuhnya dapat dikendalikan.

"Kalau mau mencapai remisi, terima penyakit kita dan jalankan lima prinsip dasar hidup sehat tadi," pungkasnya.

TemanBaik, kesehatan adalah harta paling berharga dalam diri masing-masing orang. Oleh karenanya, yuk jaga kesehatan yang sudah diberikan kepada kita. Tetap semangat ya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Shane

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler