Peran Perempuan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga

Jakarta - TemanBaik, sudahkah kamu memahami kata sejahtera? Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesai (KBBI), kata sejahtera memiliki arti aman sentosa, makmur dan selamat (terlepas dari segala macam gangguan).

Sedangkan , kesejahteraan sendiri menurut KBBI adalah hal atau keadaan sejahtera dalam hal keamanan, keselamatan, ketenteraman dan kesehatan jiwa, hingga keadaan sosial masyarakat.

Nah, tingkat kesejahteraan inilah yang menjadi pembahasan pemerintah Indonesia. Hal ini juga merupakan tujuan yang ingin dicapai pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dengan berbagai program yang dicanangkan dan dijalankan oleh BKKBN, keinginan untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat Indonesia lewat lingkungan yang paling dasar yaitu keluarga.

Kesejahteraan keluarga menjadi hal harus bisa dicapai oleh keluarga-keluarga di seluruh Indonesia. Pengentasan kemiskinan, kelaparan, dan masih banyak hal lainnya harusnya jadi berkurang bila mengikuti apa yang coba BKKBN kerjakan selama ini.

Hal ini juga yang menjadi pembahasan di webinar nasional dalam rangka HUT RI ke-75 dan 50 tahun BKKBN, yang diadakan oleh BKKBN bersama Komunitas Homeros Indonesia dan Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) yang berjudul "Keluargaku, Indonesiaku" pada Selasa (18/8). 

Webinar ini membahas tentang bagaimana kesejahteraan keluarga adalah tonggak utama yang harus berdiri, bila nantinya aspek-aspek di sekitarnya seperti ekonomi dan pendidikan akan turut berkembang.

Salah satu narasumber pada webinar ini adalah Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Andalan Kelompok Usaha Peningkatan Kesejahteraan Keluarga (AKU UPPKS). Dengan tema 'Memberdayakan Ekonomi Keluarga' GKR Mangkubumi menjelaskan peran perempuan dalam membangun ekonomi keluarga. Perkumpulan Andalan Kelompok UPPKS ini sendiri telah berdiri sejak 1995 lewat program yang juga berjalan bersamaan dengan BKKBN.


                         Foto: GKR Mangkubumi/Tangkapan Layar Webinar 'Keluargaku, Indonesiaku'/Ridzky Rangga Pradana

Baca Ini Juga Yuk: Membangun Masyarakat lewat Pemberdayaan Keluarga Indonesia

Menurut GKR Mangkubumi, perempuan juga memilik peran penting dala membangun ekonomi keluarga sejak awal dan secara bertahap. Perempuan harus mendapat peningkatan harkat dan martabat lewat upaya peningkatan kemandirian secara ekonomi dan kesejahteraan. Hal ini nantinya dapat berpengaruh ke ekonomi dan kesejahteraan keluarga itu sendiri. Oleh karena itu, perempuan di masa sekarang harus mendapat hak yang semestinya dan tidak dibeda-bedakan lagi.

"Peningkatan harkat dan martabat perempuan Indonesia melalui upaya peningkatan kemandirian secara ekonomi dan kesejahteraan. Juga, keluarga yang sejahtera menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, berkualitas, dan unggul," jelas GKR Mangkubumi.

Lewat program  dari AKU UPPKS inilah, pemberdayaan ekonomi keluarga coba dibangun hingga sejahtera. Strategi yang dibuat juga cukup beragam dan terstruktur dengan baik. Contohnya adalah pemberdayaan ekonomi keluarga lewat modal yang biasanya tidak tepat guna dan malah kurang bermanfaat. Dengan berbagai program yang dikenalkan kepada masyarakat, harapannya ekonomi keluarga dapat berkembang secara lebih merata.

"Penguatan komptensi dan kapasitas usaha, berupa pengenalan manajemen usaha dan keuangan keluarga sederhana, pengenalan teknologi tepat guna, dan juga membantu akses dan informasi pasar serta pengenalan produk dan nila tambah," tambah GKR Mangkubumi.

TemanBaik, ayo kita bantu memajukan perekonomian Indonesia lewat lingkungan paling dasar dulu yaitu keluarga kita sendiri. Cotohnya, kamu yang mungkin lebih menguasai soal pemasaran di era digital seperti ini, dapat membantu orang tuanya untuk coba meraih pasar yang lebih besar lewat digital, loh! Selain itu perempuan jangan sampai kalah saing, baik dengan laki-laki maupun perempuan lain. Karena perempuan juga bisa kok membantu ekonomi keluarga agar tetap sejahtera, ya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Dakota Corbin

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler