Pentingnya Merencanakan Keuangan untuk Impian Masa Depan

Bandung - Setiap pergantian tahun sudah menjadi tren jika kita bicara soal resolusi. Membuat resolusi dari tahun ke tahun jadi hal yang biasa dilakukan, tapi tak jarang resolusi yang kita buat itu-itu saja alias tidak mengalami kemajuan.

Bisa jadi hal ini terjadi karena kita hanya sibuk membuat resolusi tanpa membuat rencana untuk mencapai resolusi tersebut. Membuat sesuatu lebih terencana akan membantu kita lebih mudah menggapai apa yang kita impikan loh, TemanBaik. Hal ini juga berlaku untuk urusan keuangan. 

Dalam kehidupan sehari-hari tentu erat kaitannya dengan yang namanya uang. Namun seringkali kita menggunakan uang tersebut tanpa perencanaan yang baik terlebih dahulu. Hal ini bisa berdampak pada kita ketika suatu waktu membutuhkan uang secara mendadak.

Mungkin diantara TemanBaik ada yang sudah pernah mendengar bahkan melakukan perencanaan keuangan? Untukmu yang sudah melakukan perencanaan keuangan, itu adalah hal yang baik. Tapi untukmu yang belum mulai melakukannya, tidak masalah. Kamu bisa memulainya dari sekarang, karena mempunyai rencana keuangan adalah hal yang penting.

Pentingnya perencanaan keuangan ini membuat IBSC (International Business Solution Competition) sebuah kompetisi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis, FISIP UNPAD bekerja sama dengan Finansialku yang merupakan perusahaan perencana keuangan dengan portal edukasi di Finansialku.com membuat siaran langsung di Instagram.

Melalui akun @ibsc.unpad, mereka membahas perencanaan keuangan yang berjudul 'Financial Planning: Preparing for Brighter Future'. Sebuah paparan yang membahs tentang bagaimana rencana keuangan yang kita buat saat ini bisa berguna untuk keuangan dan pemenuhan kebutuhan kita di masa depan. 

Lantas, apa ya rencana keuangan itu? Widya Yuliarti, seorang perencana keuangan yang bekerja di Finansialku sekaligus pembicara dalam siaran langsung Instagram tersebut menjelaskan bahwa rencana keuangan adalah merencanakan dari kondisi keuangan kita saat ini untuk nantinya mencapai tujuan keuangan yang kita impikan. 

"Jadi gimana sih kita mencapai tujuan dengan menggunakan uang yang kita miliki sekarang. Misal saat ini keuangan kita senilai UMR, lalu kita punya impian untuk punya mobil atau rumah di umur sekian. Rencana keuangan akan membantu kita mencapai tujuan itu dengan uang yang kita miliki sekarang dan investasi," terang Widya. 

Baca Ini Juga Yuk: Jangan Asal! Begini Cara Membuang Tusuk Sate

Rencana keuangan ini penting untuk kita ketahui dan buat sedini mungkin. Tidak ada nominal atau patokan umur tertentu sampai kita dianggap layak untuk memiliki tujuan keuangan. Bahkan kita bisa melakukannya sejak duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi yang mana kita belum memiliki penghasilan sendiri. 

Ketika kita belum memiliki penghasilan sendiri, rencana keuangan yang kita buat bertujuan untuk belajar mengatur keuangan sendiri. Agar nantinya ketika sudah berpenghasilan kita sudah terbiasa untuk mengatur keuangan termasuk menabung. 

Diakui Widya, sebesar apapun penghasilan yang dimiliki seseorang, jika ia tidak terbiasa untuk mengatur keuangannya, maka besar kemungkinan ia akan selalu dikendalikan oleh uang. Padahal seharusnya kitalah yang mengendalikan uang. 

"Membuat rencana keuangan sedini mungkin dapat membuat kita memiliki habit (kebiasaan) keuangan yang baik. Jadi saat nanti sudah bekerja dan memiliki penghasilan, sudah terbiasa dengan kebiasaan baik itu," ujar Widya

Perencanaan keuangan yang kita lakukan bisa dimulai dengan memperhatikan piramida keuangan. Seperti piramida pada umumnya, piramida keuangan pun mempunyai tingkatan dari pondasi hingga ujung piramida. Tentu saja pondasi yang kita miliki harus kuat agar kita bisa terus membangun piramida tersebut hingga puncaknya. 

Widya menjelaskan, ada tiga bagian utama dalam piramida keuangan, yaitu 'keamanan keuangan', 'manajemen risiko', dan 'distribusi kekayaan'. Setiap tingkatannya memiliki keterkaitan satu sama lain. Artinya ketika hendak naik ke tingkat selanjutnya, maka kita harus memastikan bahwa keuangan kita di tingkat sebelumnya sudah aman. 

Dasar atau pondasi sebuah piramida keuangan adalah keamanan keuangan. Kita harus membangun pondasi yang kuat atau masuk dalam kategori keuangan yang aman terlebih dahulu. Keamanan keuangan ini bisa kita lihat dari arus kas (cash flow) dan dengan membuat catatan keuangan harian.

Bicara soal catatan keuangan harian, hal ini penting untuk mencatat sebesar bahkan sekecil apapun pemasukan dan pengeluaran kita setiap harinya. Jika rutin membuat catatan harian keuangan, maka akan terlihat jelas bagaimana kondisi keuangan kita perbulannya. Hal tersebut bisa membantu untuk mengulas penggunaan kita terhadap uang dan akan semakin mengenal keuangan kita. 

"Harus kenal dulu sama kondisi keuangan kita, biar kita sayang sama uang kita. Jadi hitung dulu arus kasnya dan lihat catatan keuangannya, biar tahu ada masalah dimana. Cek pengeluarannya, selama ini kita mengalokasikan dana untuk menabung atau tidak?" ujar Widya. 

Selain itu, mempersiapkan dana darurat juga termasuk hal penting untuk memperkuat pondasi keamanan keuangan. Dana darurat merupakan dana cadangan yang bisa digunakan saat ada kejadian tidak terduga yang tentu tidak dapat direncanakan. Adanya dana darurat ini berguna untuk menghindari kita dari memiliki cicilan atau mengambil investasi. Kembali lagi, dana darurat penting untuk dimiliki semua orang termasuk mereka yang belum memiliki penghasilan sendiri.

Misalnya saja sebagai pelajar atau mahasiswa, pasti kita dihadapkan dengan kebutuhan yang tidak terduga. Memang seringkali dana darurat pelajar adalah orang tuanya, karena jika kekurangan uang akan meminta pada orang tua. Tapi menurut Widya, tidak ada salahnya jika kita tetap menyiapkan dana darurat. Kalaupun tidak terpakai saat masih kuliah, pasti akan terpakai nanti ketika kita sudah bekerja dan berpenghasilan sendiri. 

Besaran dana darurat ini harus disesuaikan dengan pengeluaran masing-masing orang setap bulannya. Seseorang seringkali terkecoh dan merasa keuangannya sudah aman hanya karena ia mampu menabung setiap bulannya, padahal belum tentu uang yang dimilikinya saat ini sudah terhitung aman dengan dana darurat di dalamnya. Itu sebabnya, kita juga perlu rutin untuk mengecek kondisi keuangan. Jangan hanya memastikan kesehatan tubuh, tapi jangan lupa untuk selalu memastikan kesehatan keuangan kita. 

"Hitungan dana darurat itu kalau kita masih single 6x nya pengeluaran, kalau sudah menikah 9x pengeluaran, dan kalau sudah punya anak 12x pengeluaran kita perbulannya. Hitung dari situ untuk tahu apakah dana darurat kita sudah aman atau belum," terang Widya.

Jika tahu berapa besaran dana darurat kita, itu juga bisa digunakan untuk tahu berapa patokan dana yang perlu kita alokasikan untuk tabungan. 

Di luar itu semua, menurut Widya wajar jika kita belum tahu di awal apa tujuan kita menabung, kapan kita bisa berhenti menabung, dan sebagainya. Hal itu bukan jadi masalah dan kita bisa terus saja menabung ya, TemanBaik. 

Setelah pondasi kita kuat dalam arti keuangan kita sudah aman hingga ke dana darurat yang kita miliki. Kita bisa naik ke tingkat selanjutnya di piramida keuangan, yaitu manajemen risiko yang berkaitan dengan asuransi. Pengetahuan dan perhatian kita terhadap asuransi akan terpakai seumur hidup. Asuransi penting untuk dimiliki guna meminimalkan risiko terhadap keuangan yang kita miliki. 

"Misalnya kita sakit apalagi sampai masuk rumah sakit, kita gak tahu kapan dan memakan biaya berapa. Bukan bicara soal 100 atau 200 ribu tapi bisa habis berjuta-juta. Belum tentu kita punya uang sebanyak itu. Nah kalau punya asuransi, mereka yang akan bantu kita menangani hal tersebut. Jadi pas di rumah sakit kita gak usah mikirin uang lagi tapi bisa fokus untuk sembuh," ujar Widya. 

Baca Ini Juga Yuk: Begini Cara Generasi Muda Bantu Kurangi Risiko Perubahan Iklim

Ketika keuangan kita sudah aman, dan kita pun sudah memanajemen risiko keuangan dengan baik, maka kita bisa mulai menaiki puncak piramida yaitu distribusi kekayaan yang salah satu caranya adalah investasi. Namun, jangan terburu-buru untuk berinvestasi ya, TemanBaik. Ada satu hal yang harus kita persiapkan terlebih dahulu, yaitu tujuan keuangan.

Menurut Widya, investasi tanpa tahu apa tujuannya akan sulit. Kita tidak akan tahu harus investasi berapa lama, berapa biaya yang dikeluarkan, bahkan kita tidak tahu apakah dengan investasi tujuan keuangan kita akan tercapai. 

"Tujuan seseorang kan berbeda-beda, jadi kita bisa sesuaikan dengan tujuan masing-masing. Jadi kita tahu harus investasi apa, berapa lama, dan berapa yang perlu dikeluarkan," tambah Widya. 

Jika sudah tahu apa tujuan kita, maka kita bisa memulai investasi tersebut. Berbagai investasi bisa kita coba sesuai dengan ketertarikan masing-masing. Mulai dari yang paling aman adalah investasi deposito, menabung emas, reksa dana, sampai berinvestasi melalui saham. Tapi ingat ya TemanBaik, jenis investasi apapun yang kamu pilih, jangan lupa untuk pelajari dulu risikonya. 

"Saat investasi jangan dulu mikir untungnya, tapi pikirin ruginya. Kita harus tahu kalau nanti rugi apa nih yang akan kita lakukan. Jadi pikirkan risiko dari setiap investasi. Saman apapun investasi, termasuk deposito, pasti akan ada risikonya," tegas Widya.

Kita juga tidak perlu terburu-buru untuk melakukan investasi kok, TemanBaik. Jika memang dirasa keuangan kita belum aman dan belum memiliki manajemen risiko yang baik, Widya menyarankan untuk menunda sebentar investasi dan membenahi keuangan kita terlebih dahulu. 

Sepertinya saat ini sebagian besar dari kita setuju jika mempunyai rencana keuangan adalah hal penting untuk dilakukan sedini mungkin. Memiliki kebiasaan mengelola keuangan yang baik tentu sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup yang baik. Yuk buat dan susun rencana keuangan mu, TemanBaik. Jangan lupa menabung ya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Alexander Mils

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler