Begini Tips Hindari Stres Pada Masa Remaja

Bandung - Setiap orang termasuk kita pasti mengalami pubertas yang merupakan peralihan dari masa anak-anak menuju masa remaja. 

Masa pubertas yang dialami setiap orang tentu berdampak pada fisik dan juga psikologisnya. Memang perubahan fisik lah yang paling terlihat, misalnya adanya perubahan bentuk tubuh, mengalami haid pada perempuan, atau perubahan suara pada laki-laki. 

Sedangkan dari sisi psikologis, perubahan akibat pubertas biasanya terletak pada perubahan emosional. Sebut saja mulai munculnya rasa ketertarikan pada lawan jenis, sering menilai diri sendiri, dan mulai memikirkan perkataan atau penilaian orang lain tentang diri kita.

Masa pubertas ini membuat orang yang sedang mengalaminya menjadi tidak percaya diri dan bisa berujung stres loh, TemanBaik. Mengapa begitu ya? Marissa Meditania, M.Psi., seorang psikolog klinis membahas tentang pubertas dan kesehatan kulit bersama Emina Cosmetics Bandung melalui siaran langsung Instagram pada Minggu (30/8).

Setiap tahap perkembangan kita dalam hidup, mulai dari anak-anak hingga dewasa memiliki tugas dan perannya masing-masing. Dalam usia remaja yang umumnya ditandai dengan pubertas ini, menurut Marissa peran utama diri kita adalah membangun relasi sosial.

"Saat remaja tuh masanya lagi mau bergaul. Nah kita jadi mengedepankan gimana caranya biar bisa bergaul sama orang, sering juga jadi nilai apakah diri kita sudah pantas berada di suatu lingkungan. 'Teman-teman aku sukanya aku kayak gimana ya?'. Jadi suka membandingkan diri," terang Marissa.

Masa pubertas ini juga bisa membuat hormon dalam diri kita bergejolak yang dapat menyebabkan mood yang tidak stabil, emosional, dan tentu saja dapat berpengaruh pada fisik termasuk kulit. Itulah mengapa kulit rentan berjerawat saat masa pubertas karena kelenjar keringat akan memproduksi keringat lebih tinggi.

Namun Marissa juga mengingatkan untuk kita jangan terburu-buru menyimpulkan jika berjerawat pasti sedang dalam masa pubertas ya, TemanBaik. Melainkan penting untuk cek terlebih dahulu bagaimana pola hidup kita selama ini.

Jika memang kita sudah menjalankan pola hidup yang baik dengan mengkonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, rajin mengkonsumsi air mineral, dan menggunakan energi untuk hal positif tapi jerawat tetap timbul, barulah bisa jadi itu penyebab dari hormon kita yang sedang kurang baik.

Tapi tahukah kamu? Jika hormon yang tidak stabil bisa dipicu karena stres berlebih? Stres bisa dialami oleh setiap orang, hanya saja kadar stresnya yang berbeda-beda. Diakui Marissa, stres yang muncul dalam masa remaja banyak dipengaruhi oleh relasi sosial yang sedang kurang baik.

"Remaja bisa stres karena diputusin pacar, atau ada masalah dengan sahabatnya. Hal-hal yang mungkin kalau sudah lebih dewasa kita akan bisa menyikapinya dengan dewasa pula," tambah Marissa. 

Cara meminimalisir stres 

Seringkali stres yang dialami oleh anak remaja dipicu karena terlalu memikirkan perkataan orang lain tentang dirinya. Terkadang apresiasi dari orang lain memang dirasa kurang karena mereka tidak tahu apa yang sudah kita usahakan.

Namun menurut Marissa, kita pun perlu realistis ketika ada orang lain yang memberi komentarnya untuk kita. Jangan-jangan kita memang sudah merasa berusaha, tapi realitanya usaha kita memang belum maksimal.

Hal pertama yang bisa kita lakukan untuk mengurangi stres akibat penilaian sosial adalah dengan bertanya kepada keluarga atau sahabat yang kita percaya. "Sebenarnya mereka melihat dirimu seperti apa? Kira-kira kalau memang ada yang kurang dari tubuh kita faktornya apa ya? Perlu untuk kita berpikiran terbuka dan mencari data, agar gak merasa benar sendiri," ujar Marissa.

Tapi jangan hanya bertanya soal dirimu TemanBaik. Kamu juga perlu memberitahu hal apa saja yang sudah kamu lakukan untuk menjaga tubuh. Harapannya hasil obrolan itu bisa menunjukkan apakah memang ada usaha yang belum kamu lakukan, atau memang orang lain yang menilaimu secara berlebihan.

Nah jika ada saran yang kamu rasa baik dari keluarga atau sahabatmu, jangan sungkan untuk melakukannya ya! Siapa tahu saran itu memang jitu untuk membuat dirimu lebih baik.

Stres biasanya timbul karena kita terlalu keras menilai diri dan mendengar apa yang orang lain bicarakan. Padahal kita perlu menyadari jika memang dalam menjalani hidup ada hal yang bisa kita kontrol dan tidak.

Kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain bicarakan tentang diri kita, tapi kita bisa memilih bagaimana cara menanggapinya. Jangan sampai apa yang orang lain bicarakan hanya kita pikirkan bahkan sampai menyebabkan stres.

Kita bisa menanggapi penilaian orang lain dengan meyakini diri dan memiliki tujuan jangka panjang dari sesuatu yang sedang kita lakukan atau usahakan. "Misalkan buat diet. Harus tahu tujuan diet kita diet apa. Apa memang cuma sebatas mengurangi angka berat badan? Coba buat tujuan untuk jangka panjang, misal untuk hidup sehat dan agar lebih enak saat beraktivitas," ujar Marissa. 

Ketika TemanBaik mempunyai tujuan jangka panjang saat melakukan sesuatu, maka itu juga akan mengubah kebiasaan kita agar tujuan itu tercapai. Tentu ini dapat mengurangi stres hanya angka timbangan yang tak kunjung turun atau karena penilaian orang lain. "Kita akan lebih kontrol makan, rajin olahraga, dan sebagainya untuk hidup sehat. Gapapa orang lain mau nilai apapun, asal kita merasa badan kita jadi lebih ringan. Olah perkataan orang lain dengan pikiran positif," tambah Marissa.

Masa pubertas, perubahan yang terjadi pada fisik dan psikologis, hingga perkataan orang lain terhadap diri kita memang tidak bisa dihindari. Tapi ingat ya TemanBaik, kita punya hak penuh kok untuk memilih bagaimana menyikapi setiap hal yang terjadi dalam hidup kita!

Foto: Unsplash/ Eliott Reyna

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler