Amankah Susu Bagi Pengidap Diabetes & Lansia? Ini Penjelasannya

Bogor - TemanBaik, tahu kan manfaat dari susu? Ada ragam manfaat yang bisa didapatkan, apalagi jika rutin mengonsumsinya.

"Susu memiliki manfaat yang tinggi bagi tubuh. Konsumsi susu dapat memenuhi kebutuhan kalsium dan zat lain untuk pertumbuhanm," kata ahli hygiene susu IPB University Prof. Dr. drh. Mirnawati di laman IPB University.

Susu maupun produk turunannya, menurutnya aman dikonsumsi orang dari segala usia. Bahkan, pengidap diabetes aman kok mengonsumsinya. Namun, tentu susu yang dikonsumsi pengidap diabetes disarankan berbeda.

"Orang diabetes boleh minum susu, yang ditakutkan adalah kandungan gulanya. Penderita diabetes boleh minum susu selama tidak menggunakan gula," ujar Mirnawati yang merupakan dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB University.

Opsinya, susu bagi pengidap diabetes disarankan susu segar atau susu pasteurisasi yang tidak mengandung gula. "Selain itu, usahakan susu yang dikonsumsi juga tidak memiliki kandungan lemak yang tinggi agar lebih aman. Hal ini tidak perlu ditakutkan," ungkapnya.

Orang lanjut usia (lansia) juga diklaim aman kok jika ingin mengonsumsi susu. Apalagi, lansia membutuhkan lebih banyak fosfor dan kalsium yang banyak terkandung dalam susu. Syaratnya, seperti bagi pengidap diabetes, lansia disarankan mengonsumsi susu yang tidak memiliki kandungan gula. Sebab, kandungan gula, apalagi jika berlebihan, dikhawatirkan berdampak negatif bagi lansia.

Baca Ini Juga Yuk: Istri Ngidam Makanan? Ini Trik Mudah Mewujudkannya

Produk Susu Bergizi Tinggi
TemanBaik tahu kan jika susu bisa diolah menjadi berbagai produk turunan? Salah satunya keju. Keju sendiri ada berbagai jenis, di antaranya keju edam dan mozarela.

Proses pengolahan susu menjadi keju pun tak mudah. Perlu waktu berhari-hari untuk memproduksinya. Namun, di balik waktu dan rumitnya proses pembuatan keju, terutama keju keras, ada manfaat besar loh. Kandungan tingkat gizinya akan berbeda jika dibandingkan susu segar.

"Keju keras membutuhkan waktu pematangan lebih lama. Proses pematangan keju edam dan mozarela butuh waktu lebih lama. Sehingga, rasanya gurih dan menyenangkan. Tentu saja dengan kandungan gizi yang lebih tinggi. Bahkan, ada beberapa jenis keju yang sengaja ditambah dengan zat gizi yang lainnya," jelas Mirnawati.

Namun, meski kaya kandungan gizi, keju terkadang masih dianggap makanan mewah. Sehingga, masih ada yang ragu membelinya.

"Produk susu dan olahannya sangat mudah kita temui di sekitar kita. Namun, sebagian masyarakat masih menganggap susu (dan produk olahannya) sebagai barang yang mewah," tutur Mirnawati.

Karena itu, kamu sebaiknya jangan ragu-ragu ya jika ingin membeli dan mengonsumsi keju. Enggak rugi kok membeli dan mengonsumsi makanan yang menyehatkan bagi tubuh.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Brian Suman

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler