Hidup Lebih Tenang dengan Manajemen Stres

Bandung - TemanBaik, masa-masa pandemi ini memiliki dampak pada berbagai macam hal. Mulai dari ekonomi, pendidikan, bahkan hingga kesehatan mental. Pandemi memang jadi salah satu penyebab stres yang cukup besar, karena banyak hal yang menjadi kekhawatiran dan pikiran.

Kesehatan adalah hal utama yang harus diperhatikan saat masa pandemi seperti ini. Belum lagi, selain kesehatan diri sendiri, kesehatan anggota keluarga, atau rekan terdekat seperti sahabat kadang menjadi pikiran juga dan membuat stres.

TemanBaik, seperti kita tahu, tingkatan stres pada seseorang berbeda-beda. Pada umumnya tergantung dari seberapa kompleks masalah yang sedang Ia dihadapi. Tetapi, sebaiknya stres sendiri kita minimalisir dengan berbagai solusi yang hanya bisa diketahui oleh diri sendiri. Salah satunya adalah dengan lebih mengenal diri sendiri. Ini salah satu hal mendasar yang dapat kita dilakukan agar dapat terhindar dari stres.

Penasaran dengan hal tersebut, Beritabaik.id berkesempatan untuk hadir dalam seminar daring yang diadakan oleh Tanoto Foundation dan Tanoto Scholars Association (TSA) Universitas Andalas. Seminar daring ini berjudul "Why Stress Management and Resillience Matter in the Time of Uncertainty" dan diadakan Kamis (27/8) lalu. Salah satu yang menjadi pemateri dalam seminar daring tersebut adalah Ifandi Khainur Rahim, S. Psi., seorang psikolog dan CEO dari @satupersenofficial.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenali Sumber Stres dalam Diri Kita

Sebenarnya, untuk mengatasi pikiran berlebih dan stres tersebut ada istilah yang disebut dengan stress management (manajemen stres). Menurut Evan, sapaan akrab Ifandi Khainur Rahim, manajemen stres adalah usaha kita untuk dapat berpikir jernih, menyaring mana pemikiran yang harmful atau berbahaya dan kurang penting, dan mana pemikiran yang bermanfaat agar kita bisa memiliki pemikiran yang jernih dan keadaan mental yang sehat.

"Kita jadi tahu, mana pemikiran kita yang buruk yang menghambat kita, yang bikin kita jadi enggak gerak. Karena kadang gitu kebanyakan orang tuh, kaya kena pandemi banyak hal yang berpengaruh, keluarga kena dampak negatif dan lain sebagainya, pekerjaan kita kena dampak negatif. Banyak dari kita yang overthinking gitu," jelas Evan.

Selain berbagi tentang apa itu stress management, Evan juga berbagi tentang bagaimana tips untuk melakukan stress management dengan berbagai aktivitas yang tentunya akan menjauhkan kita jadi stres dan pikiran yang berlebih. Coba kita simak yuk tipsnya!

Melakukan dan Latihan Meditasi
Meditasi mungkin terdengar sulit, padahal dengan hal sederhana seperti mengatur pernapasan saja, dapat membantu untuk mengurangi stres. Dengan meditasi dan mengatur pernapasan inilah yang membuat kondisi kesadaran pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh TemanBaik nantinya akan semakin tenang dan pada akhirnya mengurangi rasa stres tersebut. Kondisi tubuh yang tenang ini biasanya disebut dengan mindfulness.

Membuat Jadwal Olahraga
Berolahraga bisa jadi penghilang stres? Tentu bisa dong, TemanBaik. Secara medis, olahraga dapat membantu melepaskan hormon endorphin. Hormon ini fungsinya adalah memicu perasaan positif dan mengurangi rasa sakit. Jadi ketika kita, merasa stres, banyak pikiran, dan kurang enak badan, lebih baik coba berolahraga dengan minimal waktu 15 menit. Tapi tak perlu yang berat-berat ya, cukup jalan santai atau olahraga dengan panduan yang ada di YouTube.

Menulis Jurnal
Jurnal jadi salah satu pilihan untuk mengurangi rasa stres. Mengapa demikian? Menulis jurnal dan menuangkan pemikiran dan pengalaman sehari-hari dapat membuat TemanBaik lebih mengenal diri sendiri. Hal ini juga memberikan kesadaran bahwa setiap hari ada perkembangan yang dilakukan, meski selama pandemi sedang banyak di rumah saja. Menulis jurnal juga dapat membuat TemanBaik mendapat perspektif baru tentang kehidupan dan membuat pikiran lebih lega.

Membuat Jadwal Harian
Berbeda dengan jurnal, membuat jadwal harian membuat TemanBaik tahu apa yang akan dilakukan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur hingga akhir kembali tertidur di kasur, TemanBaik tahu kegiatan apa yang harus dilakukan dan menjadi rutinitas. Tentu membuat jadwal harian membuat pikiran tak kemana-mana dan mengurangi munculnya stres. Hal yang terpenting tetap susun jadwal hariannya tetap jelas, dan jangan lupa dikerjakan, ya.

Tetap Terhubung dengan Teman dan Orang Terkasih
Karena biasanya bisa bertemu langsung dan menikmati secangkir kopi di kafe, sekarang semua jadi serba terbatas dan serba daring. Tapi jangan sampai hal ini membuat TemanBaik tidak ada kabar satu sama lain dengan teman-teman dan orang terkasih.

Jangan lupa gunakan media sosial sebagai salah satu media untuk tetap terkoneksi dengan teman dan mungkin bisa berbagi ide-ide baru yang tadinya tak terpikirkan karena sering disibukkan oleh kegiatan di luar rumah. Kita jadi tidak akan merasa sendiri melewati situasi stres dan pikiran berlebih ini.

"Kalo ngomongin masa depan ngomongin soal ketidakjelasan dan sekarang kebetulan memang ketidakjelasannya lagi sangat jelas. Makannya jadi mengambil atensi kita. Tapi fokus aja ke hal yang bisa dikontrol dan itu pasti akan membuat lebih tenang,” terang Evan.

Patut dicoba nih TemanBaik, supaya stres tidak jadi penghalang dalam beraktivitas dan berkarya. Tetap lakukan semaksimal mungkin kegiatan yang dapat TemanBaik lakukan, dan jangan lupa untuk lebih mengenal diri sendiri ya. TemanBaik tentu berkembang setiap hari dan itu adalah sebuah pencapaian dalam hidup yang belum tentu orang lain rasakan, loh!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Elijat Hiett

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler