Yuk Ajak Kakek Nenek Sehat dengan 4 Jenis Olahraga Ini

Bandung - TemanBaik, usia senja bukanlah alasan untuk seseorang kehilangan produktivitasnya. Nah, para lansia ini masih bisa produktif berolahraga loh. Namun, tentu kegiatan olahraga ini mesti dibarengi pendampingan yang benar.

Dokter Spesialis Olahraga sekaligus Dokter Komite Medis pada Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Daniel Nugroho Wattimury menyebutkan, pendampingan terhadap lansia berupa olahraga sebaiknya dilakukan agar lansia mencapai kebugaran. Jadi, bukan untuk sehat saja. Pasalnya, apabila lansia mencapai kebugaran, maka ia akan bisa melakukan fungsi individu seperti misalnya berjalan.

“Sebelum membahas olahraga, kita harus tahu dulu olahraga itu apa. Soalnya masih banyak orang yang enggak bisa membedakan mana olahraga, mana kegiatan fisik. Kalau ditanya habis olahraga apa, jawabnya habis cuci piring. Padahal, cuci piring itu bukan olahraga, itu kegiatan fisik,” ujar Daniel.

Nah, ia menambahkan kalau olahraga adalah sebuah aktivitas yang dikhususkan dengan pola, waktu, durasi, dan dijalankan secara konsisten. Jadi, mencuci piring, menyapu atau mengepel rumah bukan termasuk olahraga ya, TemanBaik.

Kembali pada konteks olahraga sebagai pendampingan kesehatan untuk lansia, Daniel menyebut ada 4 elemen olahraga yang mesti dilakukan secara seimbang oleh lansia. Keempat elemen ini terdiri dari cardiovascular, strength, flexibility, dan balance. Nah, apa sih yang dimaksud dengan keempat poin ini? Yuk kita simak!

Cardiovascular

Cardiovascular perlu dilakukan selama 150 menit dalam seminggu. Contoh olahraga cardiovascular yang bisa dilakukan oleh lansia antara lain jalan cepat, berkebun, dan olahraga sepeda statis. Jalan cepat di sini bisa dilakukan oleh lansia sebanyak 10 menit perharinya, sedangkan berkebun bisa dilakukan dengan durasi 30 menit.

“Lakukan ini semua secara rutin dari mulai waktunya, durasinya. Dan apabila tidak kuat melakukan sekaligus, kita bisa membaginya. Misalnya, tidak kuat berjalan 10 menit perhari, bisa kita bagi menjadi lima menit, namun dilakukan dua kali dalam sehari,” terang Daniel.

Strength

Strength atau penguatan otot ini bisa dilakukan dengan berbagai macam gerakan, antara lain standing wide leg squat (naik turun/duduk ke berdiri dari bangku), standing leg cut (berdiri sambil mengangkat satu kaki dengan lengan memegang bangku), knee extension, side hip raise, biceps curl, overhead press, bent forward fly, toe stand, dan beberapa gerakan lainnya.

Waktu untuk latihan kekuatan otot ini bagusnya dilakukan sebelum tidur dengan durasi 30 menit. Ya, 30 menit yang dimaksud bisa dibagi dengan beberapa gerakan yang telah disebutkan di atas.

Flexibility

Secara sederhana, olahraga ini bisa dilakukan dengan kegiatan mendorong tembok, angkat kaki sebelah, atau tidur telentang dengan memiringkan badan ke kanan dan ke kiri. Dalam kata lain, Daniel menyebut flexibility ini dengan istilah yoga.

“Namun kita harus berhati-hati saat lansia telentang sembari memiringkan badannya. Sebab ada risiko cedera tulang belakang yang menghantui,” terang Daniel.

Balance

Aktivitas olahraga ini bisa dilakukan dengan cara berjalan satu garis sebanyak 20 langkah, berjalan dengan tumit dan jempol sebanyak 20 langkah dan berdiri satu kaki sebanyak 10 detik untuk 10 kali pengulangan.

Namun, saat berdiri satu kaki, Daniel menyarankan lansia sebaiknya dilengkapi dengan alat bantu bisa berupa bangku atau meja, sehingga lansia bisa berpegangan tangan guna menghindari risiko terjatuh.

Setelah itu, Daniel menambahkan keempat jenis olahraga untuk lansia ini harus dilakukan satu persatu. Ia juga menyayangkan karena kebanyakan orang hanya melakukan salah satu jenis olahraganya saja. Padahal untuk mencapai kebugaran tubuh, keempat jenis olahraga ini sangat penting.

Ia juga menyebutkan berbagai manfaat dari olahraga bagi lansia, antara lain meningkatkan kemampuan untuk bekerja di rumah sehari-hari, mengendalikan dan mencegah terjadinya diabetes, kolesterol, osteoporosis dan penyakit jantung, meningkatkan kesehatan, meningkatkan keseimbangan, mengurangi depresi, hingga meningkatkan kualitas tidur.

Namun, masih diselimuti kewaspadaan terpapar virus korona, Daniel menyarankan agar olahraga dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, mengingat lansia adalah golongan paling rentan terpapar virus korona.

TemanBaik, yuk sayangi orang tua dan lansia dengan selalu mendampingi mereka di usia senjanya. Semoga kita sehat selalu ya!


Foto: Unsplash/Nick Cooper

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler