Pentingnya Membersihkan Pembalut & Popok Sebelum Dibuang

Bandung - TemanBaik, pernah membayangkan bagaimana beratnya menjadi petugas kebersihan? Tentu mereka harus berkutat dengan berbagai jenis sampah dengan risiko terpapar beragam penyakit.

Karena itu, penting bagi kamu untuk memberi perhatian pada mereka. Salah satunya adalah membuang sampah dengan meminimalisir potensi memberi mereka penyakit.

Hal yang paling umum ditemukan di antaranya adalah sampah bekas pembalut dan popok. Masih ada saja orang yang membuangnya begitu saja ke tempat sampah. Bahkan, masih ada bekas darah pada pembalut dan sisa kotoran pada popok.

Sadar enggak sih, perilaku membuang sampah pembalut dan popok seperti itu justru membahayakan petugas kebersihan? Kedua benda itu bisa jadi sumber penyakit bagi mereka.

Selain itu, tentu pembalut dan pokok menjadi benda yang menjijikan jika dibuang dalam kondisi kotor. Karena itu, bijak ya TemanBaik dalam membuangnya.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal 'Voluntourism', Menjadi Wisatawan Pemberi Manfaat

Manajer Program Zero Waste City, Kota Bandung Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) Ratna Ayu Wulandari menyarankan sampah pembalut dan popok sebaiknya dikemas sebelum dibuang. Jangan menyatukannya langsung dengan sampah lain tanpa dikemas.

"Sampah bekas pembalut dan popok itu sebaiknya dipisah," ujar Ratna kepada BeritaBaik.id.

Langkah lebih ideal adalah mencuci atau membersihkannya lebih dulu sebelum dibuang. Agar tidak menyatu dengan sampah lain, bekas pembalut dan popok bisa dikemas dengan apapun. Namun, usahakan kemasan yang digunakan ramah lingkungan ya.

Selain itu, beri tulisan, tanda, atau beri tahu petugas kebesihan saat akan mengangkut bahwa itu adalah sampah bekas pembalut atau popok. Sehingga, petugas bisa memilahnya dan tahu cara tepat mengelolanya.

"Intinya, yang harusnya memilah sampah itu dari sumbernya (sejak dari rumah)," ucap Ratna.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Wala Khaleel
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler