Deteksi Dini Kanker Payudara Bisa Dilakukan Sendiri Loh!

Bandung - TemanBaik, kanker payudara perlu dideteksi sejak dini. Sehingga, pengobatan atau penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum menjadi lebih parah.

Sebab, penanganan kanker payudara pada stadium awal relatif lebih mudah ketimbang sudah mencapai stadium lanjut. Bahkan, tak jarang pasien harus kehilangan payudaranya saat kankernya sudah di fase membahayakan.

Ya, untuk melakukan deteksi kanker payudara memang perlu dilakukan ahlinya. Meski begitu, untuk deteksi dini, siapapun bisa melakukannya. Termasuk kamu, ya, kamu bisa melakukannya secara mandiri!

Dokter bedah onkologi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Dr. dr. R. Yohana, Sp.B (K) Onk membagi tips melakukan deteksi dini kanker payudara pada diri sendiri. Bagaimana caranya?

"Poinnya begini, pemeriksaan payudara (mandiri) ini sendiri sebenarnya banyak kontroversi. Ada yang bilang tidak efektif, tapi menurut saya efektif. Pertama, kenali tubuh kita sendiri," kata Yohana dalam live Instagram @rshs, Selasa (13/10/2020).

Baca Ini Juga Yuk: Kenali Risiko Pakai Catok, Hair Dryer, dan Mewarnai Rambut

Kenapa harus mengenal tubuh sendiri, dalam hal ini payudara? Ini karena tentunya kamu sendiri yang tahu bagaimana bentuk payudaramu dan tahu apa yang dirasakan.

Berikutnya, saat akan melakukan deteksi dini, kamu berada di depan cermin yang cukup besar. "Paling tidak, badan kelihatan sampai pusar," ucapnya.

Setelah itu, kamu menghadap ke cermin dan mengangkat kedua lengan ke atas. Perhatikan baik-baik apakah ada sesuatu yang berbeda pada payudaramu.

"Perhatikan puting, kulitnya mulus enggak, puting susunya tertarik (ke dalam) ga. Makanya harus diperhatikan betul-betul," jelas Yohana.

Khusus untuk area puting, menurutnya memang ada perempuan yang memiliki karakter puting tertarik ke dalam. Namun, jika memiliki puting dengan letak dan bentuk normal, tapi kemudian justru tertarik ke dalam, itu harus diwaspadai.

Ia juga menyarankan bagian puting untuk dipencet. Jika kemudian keluar cairan, itu bisa jadi pertanda dari gejala awal kanker payudara. Namun, jika kamu sedang menyusui dan keluar air susu ketika puting dipencet, itu hal yang berbeda ya.

Perhatikan di area puting dan sekitar payudara apakah ada bagian yang berwarna kemerahan sedangkan sebelumnya tidak. Kemerahan ini bisa jadi disertai rasa sakit, bisa juga tidak.

"Setelah itu, lakukan perabaan dengan tiga jari (telunjuk, jari tengah, dan jari manis), gunakan bagian perutnya (bagian bawah)," ungkap Yohana.

Lakukan perabaan ini secara menyeluruh di area payudara, termasuk hingga ketiak dan tulang selangka. Perhartikan dan rasakan dari perabaan itu apakah ada benjolan atau bagian yang mengeras berbeda dari biasanya.

"Kalau ketemu sesuatu (gejala-gejala di atas), misalnya (ketika diraba) 'rasanya aneh nih, biasanya bukan begini'. Itu waktunya konsultasi ke dokter," tuturnya.

Ia menyarankan jangan menunggu hingga gejala dari kanker payudara itu bertambah parah. Jika belum merasakan sakit, jangan tunggu sampai terasa sakit baru memeriksakan diri ke dokter ya.

Risikonya, jika kamu abai, kanker payudara ini bisa berdampak buruk. Apalagi jika kankernya sudah menyebar ke organ tubuh lain di sekitar payudara. Bahkan, kanker ini bisa menyebar hingga paru-paru dan hati.

Sebab, ada banyak kasus pasien justru baru memeriksakan diri ke dokter setelah merasakan keluhan yang lebih parah. Sehingga, pengobatan yang dilakukan akan lebih sulit dilakukan. Ia pun mencontohkan pasien kanker payudara di RSHS.

"Penelitian kami di RSHS, ternyata 60 persen pasien kita berada pada stadium lanjut (baru datang ke RSHS)," ucap Yohana.

Waktu yang Tepat
Meski bisa dilakukan secara mandiri, deteksi dini ini bisa dilakukan kapan saja. Namun, ada waktu yang menurut Yohana lebih tepat untuk melakukannya.

Para perempuan diharapkan mulai rutin melakukan deteksi dini sejak pertama kali mengalami menstruasi. Selanjutnya, lakukan deteksi setiap kali sehabis menstruasi.

"Pada wanita yang masih mengalami menstruasi, (deteksi dini) ini dilakukan setelah menstruasi selesai. Karena pada saat itu kondisi payudara dalam keadaan lunak. Jadi pemeriksaannya harus dilakukan pada waktu yang tepat," jelasnya.

Sedangkan bagi mereka yang menopause alias tak lagi mengalami menstruasi, deteksi bisa dilakukan rutin setiap bulannya. Tentukan saja waktunya kapan, yang penting usahakan rutin mendeteksi ya.

Foto: Ilustrasi Pexels/Anna Tarazevich

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler