Yuk! Jalani Diet dengan Gizi Seimbang dan Enggak Sembarangan

Bandung - TemanBaik, apa yang ada dibenakmu saat mendengar kata 'diet'? Jika yang kamu pikirkan adalah tentang mengurangi makan untuk mendapat berat dan bentuk tubuh yang ideal, itu kurang tepat.

Menurut Diajeng Anjalna, pendiri Ruang Gizi Indonesia saat menjadi salah satu pembicara dalam webinar 'Healthy Diet from Home' yang diselenggarakan oleh Tiny Hopes Indonesia, arti paling mudah dari diet adalah pengaturan pola makan. 

"Kalau diet tapi makannya gak teratur, itu namanya bukan diet. Itu gagal diet," ujar Diajeng. 

Selain untuk mengatur berat badan, diet mempunyai cukup banyak manfaat loh, TemanBaik. Seperti meningkatkan metabolisme tubuh, menyeimbangkan pola makan, meningkatkan kebugaran, hingga mencegah berbagai penyakit. 

Tapi hati-hati, karena saat menerapkan diet kita harus memilih diet yang tepat untuk tubuh. Apalagi jika kita masih dalam masa pertumbuhan. Menurut Diajeng, diet yang paling baik untuk anak muda khususnya remaja adalah diet dengan gizi seimbang. Seperti apa ya? Yuk simak!


                                        Foto: Tangkapan layar webinar 'Healthy Diet from Home' oleh Tiny Hopes Indonesia


Ada empat pilar utama yang menjadi fondasi dari diet gizi seimbang nih, TemanBaik. 

Pilar pertama, pentingnya menerapkan pola hidup aktif dan olahraga. Baiknya kita meluangkan waktu 30 menit perhari untuk berolahraga. Rutin berolahraga dapat membuat tubuh lebih bugar.

"Kalau belum terbiasa olahraga, perlahan saja. Misal untuk permulaan atur dalam seminggu 2 sampai 3 hari. Terus rutin sampai bisa 30 menit setiap hari," ujar Diajeng.

Baca Ini Juga Yuk: Kamu Mau Bleaching Gigi? Yuk Perhatikan Dulu Hal-hal Ini

Pilar kedua, ikuti ragam makanan sesuai dengan Isi Piringku yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan, yang diantaranya  ⅔ dari setengah piring diisi dengan makanan pokok yang sama banyak dengan sayuran, ⅓ diisi dengan lauk pauk, dan ⅓ sisanya diisi dengan buah-buahan. 

Bicara soal karbohidrat, tidak masalah kok jika TemanBaik ingin mengganti posisi nasi dengan karbohidrat yang lain. Hal terpenting yang harus diingat bukan jenis karbohidratnya, tapi ingat jika tubuh kita perlu pasokan karbohidrat. 

Pilar ketiga, memantau berat badan. Salah satu tanda terjadi keseimbangan gizi dalam tubuh adalah saat berat badan kita seimbang atau dalam batasan kategori normal dari klasifikasi IMT (Indeks Massa Tubuh). Cara menghitung IMT mudah kok, kamu tinggal membagi berat badan dengan tinggi badanmu. 

"IMT yang normal ada di angka 18,5 sampai 25,0. Kalau di luar angka ini berarti tidak normal, bisa terlalu kurus atau gemuk," terang Diajeng. 


                                                    Foto: Tangkapan layar webinar 'Healthy Diet from Home' oleh Tiny Hopes Indonesia

Pilar keempat, menerapkan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Semua perilaku yang berhubungan dengan kesehatan dan kebersihan baiknya dilakukan atas kesadaran diri sendiri ya, TemanBaik. Menerapkan PHBS tidak hanya baik untuk dirimu, tapi juga untuk keluarga dan lingkungan sekitar. 

Setelah mengetahui empat pilar utama dalam diet gizi seimbang, selanjutnya kamu bisa memulai diet dengan tiga langkah mudah nih, TemanBaik. Dimulai dari mengetahui kebutuhan kalori harian, membuat rencana diet, hingga menyiapkan bahan makanan yang sehat dan segar. 

Jadi diet bukan hanya bicara soal berat badan ya! Malah jika kita menjalankan diet yang tepat, maka dengan sendirinya kita juga menjalankan pola hidup yang sehat. 

"Kalau cinta sama diri sendiri, boleh diterapkan pola hidup sehat dari sekarang," tutup Diajeng mengakhiri sesi bicaranya. 

Foto: Ilustrasi Unsplash/I Yunmai

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler