Ini Mitos dan Fakta Tentang Osteoarthritis atau Pengapuran Sendi

Bandung - TemanBaik pernah merasakan nyeri di bagian lutut, atau ada bagian di lutut yang sedikit bengkak? Mungkin itu adalah tanda adanya peradangan pada sendi. Hal ini disebut sebagai osteoarthritis atau sering disebut orang sebagai pengapuran sendi.

Bagian lutut pada manusia tentu menjadi salah satu bagian tubuh yang penting di bagian kaki, karena menjadi salah satu penopang utama tubuh manusia. Kalau bagian sendi lutut sudah bermasalah, jangankan berjalan, rasanya untuk berdiri saja pasti TemanBaik akan merasa kesulitan.

Kalau ada penyakit yang berpengaruh pada gerakan tubuh sehari-hari, biasanya disarankan untuk beristirahat saja. Tapi ada beberapa hal yang menjadi mitos di masyarakat tentang bagaimana menghadapi penyakit pengapuran sendi ini. Salah satunya adalah tidak boleh berolahraga ketika mengalami pengapuran, padahal faktanya masih diperbolehkan loh, TemanBaik!


Hal ini dipaparkan pada webinar yang berjudul 'Webinar Mitos dan Fakta dalam Berolahraga' yang diadakan oleh Rumah Sakit Universitas Airlangga pada Minggu, (10/1). Sebagai narasumber pada webinar ini adalah dr. Udria Satya Pratama Sp.OT, dan dr. Adhitya Angga Wardhana, Sp.B.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Pentingnya Olahraga untuk Penderita Hemorrhoid atau Ambeien

Pada pemaparannya dr. Udria atau yang akrab disapa dr. Uya menjelaskan tentang mitos dan fakta yang ada pada pasien dengan penyakit pengapuran sendi atau osteoarthritis ini. Yang pertama adalah mitos tentang pasien penyakit ini jangan olahraga terlebih dahulu, nanti malah jadi bengkak atau memperberat sakitnya. Padahal faktanya menurut 'American Academy of Orthopaedic Surgeons Board of Directors' dalam buku 'Treatment of Osteoarthritis of The Knee Evidence-Based Guideline' merekomendasikan pasien yang bergejala pengapuran sendi untuk melakukan olahraga ringan yang minimal benturan dan tetap mengacu pada pedoman kesehatan.

"Jadi memang malah disuruh olahraga, tapi olahraga apa, ini low-impact aerobic exercises, maksudnya olahraga yang minimal benturan, jadi kita pilih-pilih olahraganya, jangan futsal jangan basket, harus yang minim benturan, dan aerobik, itu maksudnya yang kebutuhan energinya konstan dan tidak terlalu tinggi, seperti bersepeda, berenang, atau jalan pagi masih oke," jelas dr. Uya.


Mitos yang kedua adalah jangan olahraga lari atau joging nanti lebih cepat terkena pengapuran sendi lutut. Padahal faktanya orang yang punya hobi berlari atau joging tidak mudah terkena pengapuran sendi lutut. Hobi berlari atau joging justru baik untuk kesehatan secara umum, maupun pinggul dan lutut secara khusus.

"Pada pelari hobi, resiko terjadinya osteoarthritis 3,5%, orang yang duduk-duduk saja 10,2%, kalau yang atlet 13,3%, dalam penelitian disebutkan volume lari yang tinggi yang berhubungan dengan resiko terjadi arthritis pada lutut dan pinggul," tambah dr. Uya.

Atlet berpotensi tinggi karena mereka ada di bidang kompetitif, tapi itulah yang mereka kejar, yaitu prestasi dan penghargaan dari olahraga lari.

Mitos yang terakhir adalah pengapuran sendi itu penyakit penuaan, tidak ada hubungannya dengan berat badan. Faktanya adalah, obesitas atau kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor kuat dari risiko terjadinya pengapuran sendi lutut. Ketika pergi ke dokter, akan disarankan untuk menurunkan berat badan dengan angka indeks massa tubuh kurang lebih 25.

"Caranya ya tadi, olahraga, kalau kita cuma diet tanpa olahraga, ya tidak akan turut beratnya, kan orang usia 50 tahun apalagi wanita metabolisme sudah sangat menurun, harus dibantu dengan olahraga," tutur dr. Uya.

Nah, TemanBaik sekarang sudah tahu kan fakta dari penyakit osteoathritisatau pengapuran sendi ini. Lebih baik menjaga kesehatan bagian tubuh sejak dini, agar di masa tua nanti tidak terlalu terganggu dengan kondisi tubuh yang semakin menurun. Ayo mulai hidup sehat dan berolahraga, TemanBaik!

Foto: dok. Tangkapan Layar 'Webinar Mitos dan Fakta dalam Berolahraga'

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler