Hidup Sehat Bukan Melulu Soal Makanan Loh! Begini Penjelasannya

Bandung - Pola makan seringkali menjadi hal penting yang tidak pernah terlewat saat kita sedang melakukan program diet, entah untuk menaikkan atau seringnya untuk menurunkan berat badan. 

Memang betul TemanBaik, salah satu cara untuk hidup sehat adalah mengontrol berat badan agar ideal, dan salah satu caranya adalah mengatur pola makan. Namun ternyata, hidup sehat tidak cukup jika hanya dilihat dari pola makan saja loh! 

Selain mengatur pola makan ada hal lain yang perlu kita perhatikan, seperti aktivitas fisik dan waktu istirahat. Bahkan jika dilihat lebih luas lagi, hal lain seperti kesehatan mental, spiritual, bahkan sosial tak boleh terlewat untuk kita perhatikan. 

Dalam webinar 'Greentalk: Sehat Gak Melulu Tentang Menu Makannya' yang diselenggarakan oleh Greenpack Indonesia, dr. Dion Haryadi, seorang dokter dan pembuat konten yang fokus membahas nutrisi dan kebugaran, menyampaikan bahwa manusia tidak hanya hidup untuk sehat secara fisik.

"Makannya WHO mendefinisikan sehat adalah sebuah keadaan fisik, mental, dan sosial yang optimal dan bukan hanya dari ketiadaan penyakit," ujar dr. Dion.

Itulah mengapa diakui dr. Dion dalam health coaching yang sedang didalaminya saat ini, wellness atau kondisi saat kita menyadari dan berusaha menjadi individu yang lebih baik sangat penting untuk diterapkan dalam hidup yang sehat. 



Baca Ini Juga Yuk: Ingin Tumbuhkan 'Ikigai' dalam Diri? Lakukan Enam Hal Ini Ya!

Menurut Bill Hettler, salah satu pendiri National Wellness Institute, ada enam dimensi dari wellness, yaitu emosi, pekerjaan, fisik, sosial, spiritual, dan intelektual. Ternyata keenam hal ini penting kita perhatikan dan seimbangkan untuk hidup yang sehat loh, TemanBaik!

"Jadi bukan berarti orang yang tidak sakit itu dia benar-benar sehat. Mental dan sosialnya juga harus baik. Sehat fisik belum bisa menggambarkan keadaan sesungguhnya dari seseorang," tambah dr. Dion. 

Selain memperhatikan semua aspek dalam hidup, untuk menerapkan hidup sehat kita juga harus menikmatinya, jangan sampai terburu-buru dan terlalu memaksakan diri. 

"Belajarlah dari bayi yang tidak bisa langsung berlari. Tapi mulai belajar dari mengangkat leher, membalikan badan, dan seterusnya. Saya tekankan untuk mulai dari hal kecil dan tingkatkan perlahan," tegas dr. Dion.


Jadi, jika kita memiliki kebiasaan minum minuman manis, jangan langsung berhenti untuk menghilangkan kebiasaannya. Tapi cobalah untuk mengurangi porsinya, jika awalnya kita minum setiap hari coba kurangi dulu menjadi 3 kali seminggu.

Begitu juga saat hendak membiasakan diri untuk berolahraga, tidak perlu langsung olahraga berat. Coba untuk mulai jalan santai secara rutin 10 hingga 15 menit sehari. Jika sudah terbiasa, tingkatkan perlahan. Ketika kita menikmati proses untuk hidup lebih sehat, tentu akan lebih mudah menjalaninya bukan? 

Apa dampaknya jika kita terlalu terburu-buru dalam menerapkan hidup sehat? Menurut dr. Dion hal ini bisa membuat aspek lain dalam hidup kita terbengkalai karena seharian hanya sibuk mengatur pola makan dengan segala larangannya. 

"Mulai dari hal mudah jadi tidak mengganggu aspek kehidupan lain. Jangan sampai kehidupan sosial terganggu, gak bisa menikmati kegiatan lain, olahraga juga jadi setengah-setengah," ujar dr. Dion.

Intinya, hidup sehat tidak cukup dilihat dari apa yang kita makan. Banyak aspek yang perlu diperhatikan dan proses yang perlu dilalui. Karena hidup sehat dilakukan seumur hidup, tidak berhenti ketika berat badan kita sudah ideal saja. 

"Semuanya kembali ke bagaimana cara kita hidup, bukan sekadar bagaimana cara kita makan," tutup dr. Dion. 

Foto: Tangkapan layar webinar 'Greentalk: Sehat Gak Melulu Tentang Menu Makannya' oleh Greenpack Indonesia 

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler