Pahami Ini Sebelum Membagikan Data Percakapanmu ke Medsos

Bandung - TemanBaik, dalam bermain media sosial, ada kalanya kita melakukan tangkap layar (screenshoot) percakapan dengan lawan bicara dan mengunggahnya ke media sosial. Nah, sebenarnya tindakan tersebut boleh dilakukan atau tidak sih?

Meski kelihatannya adalah hal sepele, nyatanya membagikan bukti percakapan ke publik bisa termasuk suatu pelanggaran jika dilihat dari kacamata hukum. Pakar hukum siber Universitas Padjadjaran, Dr. Sinta Dewi, LL.M, menyebut kalau tindakan membagikan screenshot percakapan ke publik sebaiknya dihindari, apalagi kalau percakapan tersebut bersifat pribadi. Bukan hanya dari sudut pandang hukum saja, namun tindakan tersebut juga berpengaruh terhadap etika bermedia sosial.

Nah, akan tetapi tindakan membagikan tangkapan layar itu sendiri baru bisa menjadi masalah hukum yang menyandung si pelaku, hanya jika lawan bicara keberatan dengan tindakan tersebut lalu ia mengajukan gugatan. Hal ini dimungkinkan karena tangkapan layar percakapan tersebut mengandung unsur-unsur data pribadi seseorang.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal 'Obesogenic Environment', Lingkungan Penyebab Kegemukan

Sinta membenarkan kalau tangkapan layar tersebut bisa menjadi alat bukti yang sah jika percakapan yang dilakukan antar pribadi serta tidak ada kesepakatan untuk memublikasi percakapan. Jadi, pastikan sebelum percakapan yang di-screenshoot itu disetujui terlebih dahulu oleh lawan bicara sebelum kamu mengunggahnya, ya!

"Screenshot percakapan tidak boleh dilakukan," ujar Sinta.

Enggak hanya bukti tangkapan layar dalam percakapan saja, kamu juga dilarang menyebarkan nomor ponsel seseorang ke orang lain tanpa seizin pemilik nomor tersebut. Kejadian ini juga mungkin terjadi saat kamu mengunggah tangkapan layar percakapanmu ke media sosial loh. Maka dari itu, penting sekali untuk kita mengonfirmasi ulang atau melakukan kroscek kepada pemilik nomor telepon, apabila kita akan membagikan kontaknya kepada teman kita.

"Kalau yang bersangkutan membolehkan, silakan dibagi. Kalau tidak, jangan dibagi," tambahnya, singkat.

Terakhir, masih dalam topik kesadaran bermedia sosial, Sinta berpesan agar kita tidak sembarangan membagikan informasi yang bertebaran di media sosial. Oleh karena itu, penting juga buat kita sebagai pengguna internet, untuk melakukan validitas terhadap informasi yang kita dapatkan dari internet.

Lalu, adakah di antara kamu yang suka membagikan tangkapan layar percakapan atau data lawan bicaramu ke media sosial? Jika ada, yuk jangan lupa lakukan kroscek kepada lawan bicara kita sebelum mengunggahnya! Dan mari kita menjadi pengguna internet yang sehat dan enggak menjadi penyebar hoaks di sana ya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Christian Wiediger

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler