Ini Pentingnya Menyesuaikan Lagi Pola Makan Setelah Ramadan

TemanBaik, bulan Ramadan sudah berlalu. Saat sudah enggak menjalankan puasa lagi, tubuh kita perlu beradaptasi lagi dengan pola hidup dan pola makan pasca Ramadan loh.

Penyesuaian itu sendiri diperlukan untuk menjaga perubahan proses metabolisme dalam tubuh. Ahli Gizi dari Universitas Gadjah Mada, Dwi Budiningsari menyebut, perlu penyesuaian khususnya pola makan saat berpuasa menuju pola makan rutin biasa (saat tidak berpuasa).

Penyesuaian yang bisa kita lakukan antara lain membatasi konsumsi makanan yang banyak mengandung gula, garam, lemak. Selain itu, hindari juga makanan dan minuman yang manis, asin, serta berminyak.

Menurut Dwi, pola makan yang baik dalam keadaan normal setelah tidak berpuasa lagi sebaiknya tetap menjaga pola makan yang sehat dan sesuai pedoman gizi seimbang. Oleh karenanya, perhatikan jumlah dan jenis makanan, serta jadwal makan teratur dengan tidak meninggalkan waktu makan utama.

Lalu, apa saja sih jenis makanan yang perlu diperhatikan? Nah, utamanya, jenis makanan dengan kelengkapan kandungan zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Selain itu, perhatikan juga kandungan zat gizi mikro seperti vitamin A, C, D, E, mineral besi dan zink, karena zat gizi mikro tersebut berperan dalam meningkatkan imun tubuh.

"Antioksidan juga penting karena daoat menangkal radikal bebas yang membahayakan tubuh dan membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Antioksidan ini dapat dieroleh dari apel, jeruk, ubi jalar, asparagus, bawang merah, bawang putih, brokoli, pepaya dan wortel," ujarnya.

Baca Ini Juga Yuk: Fenomena Marah di Tempat Umum, Begini Kata Psikolog

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan adalah konsumsi makanan dan minuman jenis tertentu yang saat puasa dilakukan secara berlebihan. Misalnya konsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka puasa.

Jika tidak diatur dengan baik, konsumsi makanan dan minuman jenis ini dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, antara lain meningkatkan risiko diabetes dan obesitas, menurunkan daya tahan tubuh, meningkatkan risiko penyakit jantung dan memicu pertumbuhan sel kanker. Wah, ngeri juga ya. Jadi, mulai sekarang diatur secara bijak ya konsumsi makanan dan minuman manisnya.

Yogyakarta - Kendati begitu, bukan enggak boleh sama sekali kamu mengonsumsi makanan atau minuman manis. Kamu disarankan memilih alternatif makanan atau minuman yang mengandung gula alami seperti buah-buahan, dan mencukupi kebutuhan serat untuk menghentikan keinginan makan makanan manis.

Kebiasaan lainnya yang mesti disesuaikan antara lain makan makanan berat dalam rentang waktu 2 jam sebelum tidur. Nah, kebiasaan ini perlu dihindari karena dapat meningkatkan berbagai risiko gangguan pencernaan seperti asam lambung dan sakit perut. Pastikan kamu enggak makan satu jam sebelum tidur ya, TemanBaik!

Meski begitu, ada beberapa kebiasaan baik selama puasa yang perlu dipertahankan. Antara lain pengendalian jumlah, jenis, dan waktu makan. Kebiasaan baik ini dapat menunjang penyesuaian atau transisi pola makan secara perlahan dari puasa Ramadan ke pola makan rutin pasca puasa Ramadan.

Sebagai penutup, enggak bosan-bosannya Dwi yang juga banyak membahas materi seputar gizi saat puasa mengingatkan kita untuk mempertahankan pola minum 2 liter per hari. Jumlah tersebut dapat diaplikasikan dengan format 2-4-2 dan menyesuaikan waktunya.

"Selain itu, istirahat yang cukup yaitu minimal 8 jam sehari. Menjadwalkan tidur secara teratur penting dilakukan pasca puasa Ramadan karena biasanya jadwal tidur selama puasa berubah drastis," pungkasnya.

TemanBaik, jika sudah berlatih selama Ramadan, maka ini waktu bertarung yang sesungguhnya. Jadi, jangan sampai latihan sebulanmu sia-sia karena pola hidup kita tidak terkontrol.

Jaga kesehatan tubuh di manapun kamu berada ya!

Foto: Ilustras Unsplash/Jamie Street

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler