Begini Cara Kelola Limbah Masker untuk Jaga Lingkungan

Bandung - TemanBaik, dalam kondisi pandemi saat ini kita seakan dihadapkan dengan 'pekerjaan rumah' tambahan untuk lebih memperhatikan lingkungan, terutama soal pengelolaan sampah. Semenjak pandemi, pemakaian masker sekali pakai yang tidak dapat terurai mau tidak mau turut meningkat bukan?

Dilansir dari media sosial Instagram @zerowaste.id_official, ternyata ada solusi yang baik loh untuk mengelola sampah masker sekali pakai. Tentu cara ini tidak hanya untuk menjaga diri agar virus tidak semakin menyebar, tapi juga dapat berdampak baik bagi lingkungan. 

Caranya adalah dengan membuat ecobrick, yaitu botol plastik bekas sekali pakai yang diisi dengan segala jenis plastik bekas yang bersih dan kering. Nantinya jika sudah mencapai kepadatan tertentu, ecobrick ini dapat digunakan untuk membuat blok bangunan yang dapat dimanfaatkan kembali. 

Sebelum memasukan masker bekas pakai dalam ecobrick, TemanBaik tetap harus membersihkannya terlebih dahulu ya! Cuci masker bekas pakai dengan sabun dan air atau alkohol, keringkan masker dengan menjemurnya, lalu setelah kering potong masker menjadi beberapa bagian kecil. Baru setelah itu masker bekas pakai bisa dimasukan dalam ecobrick

Agar TemanBaik lebih memiliki gambaran soal bagaimana membuat ecobrick ini, yuk simak cara membuat ecobrick dari Zero Waste Indonesia!

Baca Ini Juga Yuk: Begini Kata Dokter tentang Cara Memberi Makan pada Anak-anak

Pertama, Simpan, pisahkan, bersihkan, dan keringkan plastik. Hal ini penting dilakukan karena plastik kotor dapat menimbulkan pertumbuhan dan penyebaran mikroba.

Kedua, pilih botol plastik bekas. Saat memilih botol untuk membuat ecobrick kamu bisa mempertimbangkan tiga hal, yaitu memanfaatkan botol yang ada, pilih ukuran volume botol dan sesuikan dengan keinginan, untuk pemula disarankan dimulai dari botol kecil, dan sesuaikan pula dengan proyek ecobrick yang akan dibuat.

Ketiga, siapkan tongkat. Ukuran tongkat bisa disesuaikan dengan tinggi botol ecobrick yang TemanBaik pilih. Usahakan tongkat memiliki sudut yang tumpul agar tidak merobek botol.

Keempat, jangan masukan logam, kaca, dan barang yang dapat terurai. Jangan sampai ecobrick yang sudah TemanBaik buat sobek terkena benda tajam. Selain itu, untuk bahan yang dapat terurai alami, TemanBaik bisa mengolahnya menjadi kompos. 

Kelima, mulai dengan warna di dasar botol. Tujuan dari dibuatnya ecobrick adalah kita tahu pemanfaatan selanjutnya. Plastik dengan warna polos bisa dijadikan pilihan untuk dasar ecobrick dan dorong dengan tongkat agar padat. 

Keenam, isi botol dengan campuran plastik hingga padat. Jika bicara soal sampah masker, TemanBaik juga bisa memasukan sampah masker yang sudah bersih. Nah agar ecobrick lebih padat, TemanBaik bisa selang-seling isinya dengan kertas. 

Ketujuh, timbang ecobrick. Hal ini bertujuan untuk memastikan kita membuat ecobrick dengan kualitas baik. Kerapatan minimum ecobrick perlu mencapai 0.33 gram per mili. Berarti jika dalam botol 600 ml, berat minimum ecobrick adalah 200 gram. 

Delapan, tutup dan catat. Jika botol sudah penuh, tentu ecobrick perlu ditutup dengan benar agar isinya tidak keluar. Beri jarak sekitar 1-2 cm antara isi dan tutup botol. Setelah itu TemanBaik bisa mencatat dan memberi tanda pada setiap ecobrick yang dibuat.

Sembilan, simpan ecobrick. Baiknya ecobrick disimpan lebih tinggi dari tanah dapat di lantai atau kayu dan terlindung dari terik matahari atau elemen lain yang dapat mengkontaminasi. Ecobrick juga baik ditumpuk secara horizontal. 

Wah, ternyata ecobrick bisa menjadi cara yang tepat untuk mengelola sampah masker sekali pakai ya, TemanBaik. Bahkan manfaatnya dapat berkelanjutan.

Jadi, jangan malas apalagi sampai asal membuang sampah masker sekali pakai mu ya, TemanBaik! Karena bukan hanya kita yang perlu sehat, tapi lingkungan sekitar juga harus sehat. 

Foto: Dok. Universaleco.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler