Pentingnya 'Nyata' di Kehidupan Maya

Bandung - TemanBaik, familiar dengan istilah online presence atau kehadiran daring? Istilah ini berkaitan banget dengan penggunaan internet. Apa sih pentingnya kehadiran daring ini?

Sebelum melangkah lebih jauh, kita pahami dulu yuk apa itu kehadiran daring. Kehadiran daring adalah berbagai aktivitas dan konten di ranah digital yang erat kaitannya dengan pengguna sebagai entitas personal. Hal ini meliputi akun, aset, interaksi, dan juga berbagai informasi lainnya di internet yang dibuat oleh seseorang.

Jadi, ketika kamu punya akun media sosial, menulis sesuatu di media sosial, hingga misalnya membuat sebuah ulasan dari tempat wisata, kamu sudah membentuk sebuah kehadiran daring. Digital & Narrative Strategist PT. Provetic Indonesia Didit Hersanto Putra membagi pandangannya nih seputar kehadiran daring ini.

Menurutnya, di balik tulisan atau apapun yang beredar di internet, terutama media sosial, ada sosok aslinya di dunia nyata. Sehingga, apapun yang diunggah di internet maupun media sosial, harus disadari bahwa ada kehadiran kamu di dalamnya. Jadi, dunia maya adalah representasi kamu dari dunia nyata.

Saat ini, kehadiran seseorang di internet itu sulit dihindari. Sebab, banyak hal dalam kehidupan ini yang terkoneksi dengan internet, terutama media sosial. Sehingga, seseorang diharapkan hadir secara digital lengkap dengan kepribadiannya.

Baca Ini Juga Yuk: Fenomena Marah di Tempat Umum, Begini Kata Psikolog

"Kalau hari ini kita perhatiin, kita tuh sudah enggak ’away from keyboard’ lagi, kita tuh sudah enggak ‘offline dulu ya', enggak bisa, karena kita sekarang sudah hidup di kehadiran daring kita, sudah hidup di dunia digital gitu. Kita sudah enggak ‘sign out’ lagi dari berbagai macam kehadiran daring kita,” kata Didit dalam seminar daring yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut dengan tema 'Kenali dan Pahami Media Digital: Bijak dalam Bermedsos'.

Ia memandang internet dan media sosial saat ini tak lagi sekadar jadi tempat 'bermain'. Oleh karena itu, seseorang perlu merepresentasikan dirinya di dunia digital yang tak jauh berbeda dengan kehidupan nyata.

Dengan cara itu, orang lain bisa mengenali seseorang meski secara digital. Namun, pentingnya hal ini belum dipahami masyarakat luas. Sehingga, internet dan media sosial tidak mencerminkan realitas atau kepribadian seseorang di dunia nyatanya. Apa dampaknya?

Sebagai gambaran, pernah enggak kamu melihat seseorang yang kerap mengunggah makanan mewah di media sosialnya? Jika hal ini sering dilakukan, besar kemungkinan orang lain bakal menilai jika orang tersebut adalah sosok hedonis, senang pamer, atau bahkan dikesankan hidupnya selalu bahagia.

Padahal, di balik itu, bisa saja pengunggah tersebut berjuang keras agar bisa membeli makanan mewah. Bisa juga yang bersangkutan kehidupannya berbanding terbalik antara dunia nyata dan di media sosial. Namun, karena orang lain tak tahu, unggahan di media sosial itu justru melakukan hal negatif.

"Itu yang menyebabkan maraknya terjadi perundungan siber, segala macam provokasi siber. Karena orang-orang merasa 'sosok saya di media sosial, ya, sudah saya main di media sosial saja', belum merasa berinteraksi dengan sesama manusia di dunia digital. Kerasanya cuma ‘oh, saya unggah saja, habis itu ada unggahan di luar sana, saya berinteraksi sama unggahannya’, gitu," jelas Didit.

Baca Ini Juga Yuk: Diagnosis Kesehatan Mental Sendiri, Boleh Enggak Ya?

Tentunya, masih banyak yang perlu diperhatikan ketika TemanBaik mengakses internet dan media sosial. Perlu diingat, apapun yang sudah diunggah di internet tidak bisa benar-benar dihapus dan hal ini akan berubah menjadi jejak digital dari pengunggahnya.

Meskipun TemanBaik sudah menghapus unggahan tersebut, selalu ada kemungkinan orang sudah menyimpan unggahan tersebut atau ada saja jejak lain yang masih tertinggal. Jadi, lebih mengenal dan menyadari betapa pentingnya online presence atau kehadiran daring itu sangat perlu.

Selalu ingat, bahwa di zaman sekarang, apapun yang ada di dunia digital dapat juga berpengaruh di kehidupan nyata. Bijak bersosial media yuk, TemanBaik!

Ilustrasi: Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler