Ini Kata Ahli tentang Cara Kenali Gejala Awal Depresi

Bandung - TemanBaik pernah merasa selalu merasa bersalah, putus asa, atau khawatir berlebihan? Hati-hati loh TemanBaik, mungkin saja itu adalah gejala dari depresi. Kurang semangatnya TemanBaik dalam menjalani kehidupan dan kurang berbahagia bisa saja menjadi salah satu penyebab depresi.

Lalu, sebenarnya bagaimana sih caranya mendeteksi depresi pada diri sendiri secara dini? Ada beberapa gejalanya yang bisa diidentifikasi loh, TemanBaik. Dr. dr. Sri Adiningsih, MS. MCN, dosen FKM UNAIR berbagi hal ini pada seminar daring yang diadakan oleh Tunas Hijau Indonesia dengan judul 'Menjaga Kesehatan Mental Keluarga' pada Sabtu, (19/6).

Gejala depresi dapat dilihat ketika diri kita selalu merasa bersalah, putus asa, rendah diri, dan juga tidak berharga. Hal ini sepatutnya dihindari dan bisa diidentifikasi baik pada diri sendiri atau pun orang lain di sekitar TemanBaik.

Selalu merasa cemas dan khawatir yang berlebihan juga menjadi salah satu gejala depresi. Belum lagi bila ditambah suasana hati yang buruk atau sedih berkelanjutan. Kedua hal tadi bisa mengakibatkan depresi bila dibiarkan berlarut-larut.

Sulit berkonsentrasi, berpikir, dan mengambil keputusan menjadi salah satu gejala depresi lainnya. Hal ini mengakibatkan juga tidak tertarik dan tidak memiliki motivasi terhadap segala hal. Sehingga TemanBaik menjadi cuek dan sulit mencari hal yang dapat membuat TemanBaik bahagia.

"Tidak tertarik dan tidak memiliki motivasi terhadap segala hal, ya cuek aja jadi orang itu menjadi tidak acuh di sekitarnya, timbul pikiran menyakiti diri, selalu merasa kelelahan dan hilang tenaga," tambah Sri.

Baca Ini Juga Yuk: Lebih Waspada dengan Kandungan Berbahaya dalam Kosmetik Ini Ya!

Pada wanita, gejala depresi dapat ditunjukan lewat perubahan siklus menstruasi wanita. Hal ini dikarenakan terlalu banyak pikiran berlebiha, dan juga suasana hati yang sedang sensitif, baik mudah marah maupun menangis.

Waspadai juga ketika gerakan tubuh dan bicara TemanBaik lebih lambat dari biasanya. Tanpa disadari hal ini juga bisa menjadi salah satu gejala depresi. Karena mulai merasa tidak bergairah dan tidak memiliki motivasi dalam hidup.

Terakhir, perubahan berat badan dan selera makan, terutama perubahan yang signifikan. Ternyata pola makan juga bisa menjadi salah satu gejala depresi. Pola makan yang kurang baik dan menurunnya selera makan dapat menyebabkan depresi, lalu sebaliknya, pola makan dan selera yang berlebihan pun tetap bisa menjadi gejala depresi.

"Nah ini ada yang berubah depresi tambah gemuk, atau depresi tambah kurus, tergantung depresi mereka mengalihkan ke makan ya tambah gendut, kalau ngelamun terus ya jadi kurus, jadi itu ya tergantung," tutur Sri.

Nah, TemanBaik sekarang sudah dapat mengidentifikasi gejala-gejala depresi. Bukan hanya melihat pada diri sendiri, tapi lihat juga pada orang-orang tersayang di sekitar TemanBaik. Ada yang sehari-harinya seperti selalu senyum, tetapi dalam hatinya ternyata sedang kurang baik. Jaga kesehatan mental TemanBaik dan orang-orang di sekitar, yuk!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Tim Mossholder


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler