Mengenal PCOS dan Kaitannya dengan Kesuburan

Jakarta - TemanBaik, pernah mendengar soal Sindrom Ovarium Polikistik atau 'PCOS'? PCOS merupakan gangguan yang umumnya dialami oleh perempuan pada usia reproduksi atau sekitar umur 18 hingga 40 tahun. 

PCOS tentu menjadi masalah medis yang dihindari oleh semua perempuan. Namun kabar baiknya sebagian besar perempuan yang menderita PCOS dapat diobati. Nah, sekarang yuk kita pelajari bersama soal PCOS, TemanBaik!

PCOS Fighter Indonesia, bersama Malaysia Healthcare dan Sunfert International Fertility Care membuat webinar #FertilityTalk yang membahas tentang 'Pola Makan untuk PCOS & Kaitannya dengan Kesuburan' pada Jumat (25/6).

"PCOS ini paling banyak dialami oleh wanita usia 20 hingga 30an. Biasanya kalau sudah mendekati umur 40, sudah berkurang masalahnya. Lalu 8 hingga 13 persen perempuan mengalami masalah PCOS," ujar dr. Eeson Sinthamoney, Fertility Specialist di Sunfert International Fertility Centre. 

PCOS dapat memberikan dampak dan masalah bagi reproduksi, metabolisme, hingga psikologis baik secara langsung ataupun tidak pada perempuan yang mengalaminya. Tidak hanya itu, masalah kesuburan juga terjadi pada 75 persen penderita PCOS. 

Baca Ini Juga Yuk: Fakta Narkoba & Rehabilitasi yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Saat ini sebenarnya sudah banyak pihak yang memberikan pendapat soal ciri-ciri dari penderita PCOS. Namun menurut dr. Eeson kriteria yang masih paling banyak digunakan oleh dokter atau pakar kesuburan untuk mendiagnosis PCOS  adalah Rotterdain Criteria. 

"Ada tiga hal yang termasuk dalam kriteria ini, yaitu hyperandrogenism, menstruasi yang tidak teratur, dan adanya PCO atau polycystic ovaries saat melakukan USG ovarium," terang dr. Eeson.


Hyperandrogenism merupakan kelebihan hormon androgen atau testosteron yang berlebih pada perempuan. Biasanya perempuan yang mengalaminya ditandai dengan munculnya jerawat yang cukup parah, kehilangan rambut dalam jumlah banyak, atau tumbuhnya rambut halus di wajah seperti janggut dan tubuh layaknya  seorang laki-laki. 

Menstruasi yang tidak teratur dapat diartikan saat perempuan mengalami siklus menstruasi yang tidak normal. Baik terlalu jarang, ataupun terlalu sering mengalami menstruasi. 

"Dua dari tiga kriteria itu bisa terdeteksi, maka pasien bisa dikatakan mengalami PCOS. Jadi PCOS itu nama gangguannya, sedangkan PCO salah satu kriteria dari PCOS," tambah dr. Eeson. 

Mungkin TemanBaik sudah tahu jika PCOS menjadi suatu gangguan yang dapat mengganggu kesuburan. Namun tenang saja, karena dr. Eason meyakini bahwa ketidaksuburan bagi penderita PCOS dapat diobati.

Ada tiga cara pengobatan ketidaksuburan dalam PCOS. Pertama dengan perubahan gaya hidup dan rutin berolahraga untuk menjaga berat badan. Hal ini karena pada umumnya ketika berat badan ideal, maka PCOS pun akan membaik. 

Kedua, dengan pengobatan medis yang bisa membantu penyembuhan pasien PCOS. Baik dengan program yang mudah hingga rumit. Lalu ketiga, dengan operasi ovarian drilling guna meluruhkan bagian dari ovarium agar ovulasi dapat terjadi.

Nah, sekarang sudah lebih paham soal PCOS kan, TemanBaik? Selanjutnya, jika TemanBaik merasa mengalami gejala PCOS segera periksakan diri ke dokter ya! Semakin cepat terdeteksi, maka akan semakin cepat pula tertangani.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Ava Sol


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler