Cegah si Kecil Keluar Rumah Selama PPKM Darurat, Ini Alasannya

Bandung - TemanBaik, khususnya para orang tua, sebaiknya semakin waspada ya terhadap COVID-19. Sebab, varian Delta sudah ada di Indonesia dan kasusnya ditemukan di beberapa daerah.

COVID-19 varian Delta ini jauh lebih mudah menular. Ini tak hanya jadi ancaman bagi kamu yang berusia dewasa, tapi juga bagi anak-anak.

Dulu, COVID-19 sangat dikhawatirkan menjangkiti para orang tua, terutama mereka yang memiliki komorbid. Namun, seiring perkembangan waktu dan hasil penelitian, COVID-19 juga sangat mengkhawatirkan bagi anak.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K), FAAP., FRCPI(Hon)., mengatakan dulu COVID-19 ada yang menganggap bukan masalah bagi anak-anak. Namun, faktanya, saat ini anggapan itu harus diruntuhkan. Sebab, pada dewasa atau anak, COVID-19 tetap berbahaya.

Bahkan, belakangan ini jumlah kasus COVID-19 yang menjangkiti anak-anak meningkat drastis. Kondisi ini harusnya membuat orang tua semakin waspada dan protektif pada anaknya. Tentu enggak mau kan sampai si kecil terpapar?

Aman pun membeberkan data biar para orang tua semakin waspada. Jika dirata-ratakan, satu dari delapan kasus COVID-19 adalah terjadi pada anak. Jumlah kasus COVID-19 pada anak ini pun cukup mengejutkan.

"Total kasus kita 2 jutaan dan sekarang terus bertambah. Kita lihat kalau 12,5 persen, artinya ada 250 ribuan (anak terpapar COVID-19)," ujar Aman.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal 'PILES', Lima Aspek Penting dalam Permainan Anak

Ia lalu mencontohkan kasus COVID-19 anak yang ditangani di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. "Data RSCM, yang dirawat meninggal 40 persen anak yang dirawat. RSCM ini rumah sakit terbaik kita saja tidak mampu merawat yang COVID," ungkapnya.

Faktor yang membuat anak positif COVID-19 sendiri bisa karena berbagai penyebab. Salah satunya karena keterlambatan deteksi dan penanganan. Sehingga, ketika datang ke rumah sakit, kondisinya sudah cukup parah.

"Akhirnya datang ke kita (rumah sakit), kita sulit selamatkan anak," sesal Aman.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar para orang tua benar-benar waspada terhadap COVID-19. Sehingga, para orang tua bisa lebih hati-hati dalam beraktivitas. Dengan begitu, orang tua tidak terpapar COVID-19 dan menularkannya tanpa sadar pada orang di rumah, termasuk pada anak.

"Anak memiliki potensi (terpapar) yang sama dengan orang dewasa, ini sudah pasti, dan anak juga (bisa) menularkan. Jumlah virus pada anak yang terinfeksi setara dengan dewasa, bahkan pada balita lebih lagi dia," jelas Aman.

Kata kuncinya, Aman mengimbau siapapun disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, diri sendiri, keluarga, dan orang-orang sekitar bisa diminimalisir dari terpapar COVID-19.

Hal yang tak kalah penting, selama masa PPKM Darurat ini, anak sebaiknya hanya tinggal di rumah. Cegar si kecil agar tidak keluar rumah jika memang enggak penting-penting amat. Sebab, saat si kecil keluar, baik sendirian atau dengan orang tuanya, potensi terpapar COVID-19 cukup besar di tengah situasi genting ini.

"Untuk saat ini sampai selesai PPKM Darurat, pergi ke sekolah, ke tempat umum, atau ke tempat kerumunan, jangan dulu," tegas Aman.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Daiga Ellaby

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler