Perkuat Riset Masa Depan, FRLN 2018 Akan Kembali Digelar

Bandung - Untuk membangun kemandirian vaksin dan life science di Indonesia, dibutuhkan sinergi antara peneliti muda, akademisi, lembaga riset dan pemerintah. Nah untuk mewujudkan cita-cita tersebut, hadir sebuah ajang diskusi seru bertitel Forum Riset Life Science Nasional (FRLN).

Tahun ini, obrolan antar peneliti ini siap dihadirkan lagi pada Kamis (13/9/2018) di Jakarta. Kali ini FRLN mengangkat tema 'Riset dan Inovasi Bidang Life Science yang Berkelanjutan di Indonesia'. Lewat pertemuan ini, seluruh pihak baik perguruan tinggi, industri serta komunitas duduk bareng dan merumuskan percepatan inovasi vaksin dan life science di masa depan. Keren kan

"Ini misi besar Bio Farma untuk seluruh anak bangsa, untuk membangun lokomotif riset life science di Indonesia. Kita tengah bekerja keras mempercepat hilirisasi dan peluncuran produk life science hasil riset peneliti dalam negeri melalui kerjasama yang erat antarpihak," ujar Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma Adriansjah Azhari di Bandung, Senin (10/9/2018).

Ia bercerita, karena didasari kebutuhan yang mendesak, aktivitas riset memang harus dipercepat dan peluncurannya tepat waktu. Untuk mencapai misi tersebut, peneliti senior, kalangan muda hingga industri wajib bersinergi dalam forum resmi seperti FRLN.

Adriansjah yang juga seorang pakar current Good Manufacturing Practice (cGMP) mengemukakan, ia optimistis para peneliti muda dan senior asli Indonesia di FRLN bisa menciptakan berbagai produk baru yang mampu mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

"Kami angkat jempol tinggi-tinggi dengan sumbangsih peneliti FRLN. Karena peneliti life science Indonesia kemampuannya tidak kalah dari peneliti negara maju. Bangsa Indonesia layak bangga pada prestasi meskipun negara kita masih banyak keterbatasan," ungkapnya.

Forum yang dibentuk pada tahun 2011 semula bernama Forum Riset Vaksin Nasional (FRVN). Diskusi ini dibentuk atas inisiatif Bio Farma yang bersinergi dengan Kemenristek, Lembaga Riset, Universitas dan Kemenkes. Forum ini rutin dihadiri para periset Indonesia dalam bidang vaksin dan life science.

Pada FRLN 2018, akan hadir akan 12 konsorsium dan working group riset, yaitu Human Immunodeficiency Virus (HIV), Hepatitis B, Human Human papillomavirus (HPV), Stemcell, Eritropoetin (EPO), Tuberculosis (TBC), Demam Berdarah (Dengue), Influenza, Malaria, Rotavirus, Stem Cell, Pneumococcus dan Delivery System.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler