Kesederhanaan yang Patut Ditiru dari Anak-anak Ridwan Kamil

Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan cerita tentang anak sulungnya, Emmeril Kahn Mumtaz. Sang anak ternyata merupakan sahabat dari anak mantan gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher), yaitu Abdul Halim.

Sehingga, bagi Emmeril, rumah dinas gubernur Jabar, yaitu Gedung Negara Pakuan bukan merupakan tempat asing. Emmeril bahkan sudah sering menginap di sana.

"Ini cerita menarik nih. Anaknya Pak Aher, Halim, itu teman Eril (sapaan Emmeril) di SMA. Jadi Eril itu sering nginap di kamar anak Pak Aher. Justru anaknya lebih sobatan dibanding bapaknya," ujar Emil.

Tapi, kini Emil dan keluarganya dalam waktu dekat akan segera menempati Gedung Negara Pakuan sebagai rumah dinasnya. Termasuk, Emmeril, ia akan membiasakan diri tinggal di sana. Bahkan, tidak menutup kemungkinan justru nantinya berbalik Emmeril yang akan mengajak anak Aher untuk menginap di sana.

"Ya mungkin begitu. Jadi Eril mah memang sudah sering nginap di sini," tutur Emil.

Sementara disinggung soal status Emil yang sebelumnya merupakan Wali Kota Bandung dan kini jadi Gubernur Jabar, ia tidak khawatir anak-anaknya menjadi besar kepala. Sebab, saat menjadi Wali Kota Bandung, ia sudah 'mencuci otak' dua anaknya.

"Dari awal saya doktrin dulu. Anak-anakku, sekarang ayahmu ini hidupnya akan banyak ngurusin orang, jadi waktunya akan lebih sibuk. Bahwa judulnya ngurusin orang itu wali kota, jangan jadi sebuah hal yang membuat kita berbeda," jelas Emil.

Saat ia masih menjadi Wali Kota Bandung, dua anaknya pun hidup selayaknya warga biasa. Mereka pergi ke sekolah naik angkot, ojek online, hingga bersepeda. Padahal, sebenarnya jika mau, mereka bisa diantar dengan menggunakan kendaraan mewah untuk pergi sekolah.

Kebiasaan hidup sederhana seperti itu pun diyakini akan terus berjalan meski ia kini naik level menjadi orang nomor satu di Jabar. Ia pun mencontohkan beberapa waktu lalu saat sang istri, Atalia Praratya, menjalani operasi.

"Jadi waktu istri saya di RS Borromeus, anak saya (Zahra) mah naik angkot. Bisa saya antar naik Alphard ya, katanya naik angkot saja, minta Rp 2 ribu, saya kasih Rp 2 ribu. Itu mental anak saya yang dari awal dilatih mandiri. Eril kuliah masih sepedahan," paparnya.

"Jadi satu hal yang saya tekankan ke mereka, hidup itu harus jangan memperontonkan kesementaraan. Ini (jabatan) mah kesementaraan, suatu hari balik lagi kamu anak pensiunan," pungkas Emil.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler