Wah! Di Jabar Bakal Ada Desa Batik hingga Desa Bawang Hitam

Bandung - Pemprov Jabar akan menggulirkan program satu desa satu perusahaan dalam pada 2019 mendatang. Tujuan besarnya adalah agar warga di desa bisa sejahtera karena diberdayakan di perusahaan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sudah menginstruksikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar untuk memetakan potensi masing-masing desa di Jabar. Dari hasil pemetaan, nantinya bisa disesuaikan desa tersebut akan dijadikan desa apa.

"Saya tugaskan Dinas (Perindustrian dan) Perdagangan tuh (memetakan) begini, apa yang laku di pasar nasional, apa yang laku di pasar internasional. Setelah ketahuan daftar yang laku, kita akan bikin satu desa satu perusahaan," kata Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (2/10/2018).

Ia mencontohkan jika suatu desa memiliki potensi akan produk batiknya, maka desa itu akan dikembangkan jadi desa batik. Di sana nantinya akan terdapat perusahaan untuk memfasilitasinya.

Contoh lain, jika di suatu desa terdapat potensi pengembangan bawang difermentasi black diamond atau lebih dikenal bawang hitam, maka desa itu akan dibuat menjadi desa bawang hitam.

"Jadi, satu desa satu perusahaan itu maksudnya meningkatkan supaya orang desa tidak hijrah ke kota, dapat income (pemasukan) melalui pengetahuan mengenai produk-produk yang laku di pasar. Itu selama ini tidak terjadi di Indonesia karena desa disuruh berusaha tapi tidak tahu ieu teh payu atau henteu (produknya berpotensi laku atau tidak)," jelas Emil.

Tapi, belum dipastikan berapa desa yang akan didirikan perusahaan dan menjadi desa tematik. Saat ini, desa-desa yang ada masih didata potensinya. Mulai tahun depan, diperkirakan sudah bisa diketahui berapa desa yang akan 'dipoles'.

"Nantilah, Januari hal-hal semacam itu, seperti berapa desa, berapa anggaran, berapa rupiahnya, akan kita kabarkan," ucap Emil.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler