Asuh Anak Milenial? Dengar, Hargai dan Beri Pilihan

Bandung - Mengasuh anak yang lahir di era milenial, dibutuhkan trik khusus loh. Enggak usah dianggap sulit deh, orang tua yang lahir sebagai baby bust (kelahiran tahun 60 -80-an) justru bisa lebih simpel saat anak terpenuhi kebutuhannya. Seperti apa?

Kupas tuntas soal pola asuh anak milenial ini pun terjawab di International Babywearing Week 2018, di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda 30 Bandung, Minggu (7/10/18). Salah satu pembicara Ummi Oded mengatakan, apa pun pola asuh dan pendidikannya, hal yang terpenting buat anak adalah cinta dan kasih sayang.

"Tentu saja berbeda mengasuh anak di era 90-an dengan anak yang lahir di era gawai seperti sekarang. Bagaimana pun pro dan kontranya, anak tetap harus dicintai dan diberi harapan," ujar Ummi Oded yang bernama asli Siti Mumtanah di hadapan audiens.

Pada event keren yang diikuti puluhan ibu modern ini juga terkuak, mendidik anak generasi Y juga harus dibangun dengan pola diskusi loh. Bloggers dan penulis buku Annisa Steviani berbagi cerita, anak yang lahir di era milenial butuh apresiasi dan didengar pendapatnya. Bahkan orang tua juga harus membiasakan anak memilih sesuatu berdasarkan keinginannya.

Baca juga: Gaet Turis Milenial, Jaswita Jabar Ajak Anak SMK Bikin Paket

"Menghadapi balita atau anak di era modern ini enggak bisa lagi otoriter atau anak harus menuruti apa kata orang tua. Seperti saya, sejak anak lahir hingga saat ini selalu menghargai pilihan anak. Misalnya saat memilih kaus kaki atau rasa susu yang akan diminumnya, kita enggak bisa lagi memaksa," beber Annisa.

Blogger ini juga bercerita, sebagai ibu bekerja ia juga berupaya membangun bonding dengan anak lewat curhat sederhana menjelang tidur. Menurutnya, anak zaman sekarang lebih mudah memahami kondisi emosialnya lewat cerita.

"Anak juga punya harapan dan keinginan yang sama dengan orang dewasa. Setiap hari menjelang tidur, kita harus mengetahui isi hatinya, apakah yang membuatnya bahagia apa yang membuatnya sedih, dan semua hal dengan simpel tapi menyeluruh," tukasnya.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler