Gerakan Kang PisMan, Cara Bandung Kurangi Sampah

Bandung - Pemkot Bandung meluncurkan Gerakan Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan Sampah (Kang PisMan) sebagai langkah pengelolaan sampah di Kota Bandung. Program yang masuk dalam 100 hari pertama kepemimpinan Mang Oded dan Kang Yana ini diharapkan bisa merangkul seluruh elemen masyarakat secara masif.

Gerakan ini adalah upaya pemerintah Kota Bandung untuk naik kelas dalam Sistem Pengelolaan Sampah dan mendukung tercapainya program Jakstranas yang menargetkan pengurangan sampah di sumber sebanyak 30 persen pada tahun 2025.

Saat peluncurannya program Kang Pisman, Rabu (17/10/2018) lalu di Cikapundung River Spot, Kota Bandung Oded mengatakan bahwa mengelola sampah harus mulai dari sumbernya. Pemerintah hadir untuk membangun infrastruktur dan mengajak melalui sebuah gerakan seperti Kang Pisman.

Untuk mendukung program ini, Oded mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan swafoto saat membuang sampah dengan memilah ke dalam tiga kategori yakni sampah kering, sampah basah dan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun). 

"Bayangkan kalau ada 15.600 ASN Pemkot Bandung yang melakukannya, itu akan menjadi gerakan masif. Mang Oded berharap KangPisMan jadi budaya. Kalau di Jepang butuh waktu 50 tahun, Singapura 30 tahun, semoga Bandung bisa kurang dari itu," ujar Oded.


Gerakan Kang PisMan akan dikemas dengan sosialisasi dan kampanye sebagai ajakan nu #NyaahKaBandung. Sebagai penyemangat selain sosialisasi yang masif Pemkot juga akan menyiapkan lomba-lomba yang menarik sebagai apresiasi kepada warga Bandung yang sudah mendukung program ini.

Mang Oded menargetkan minimal setiap bulan 1 persen warga Bandung setiap bulan melakukan aksi #BdgPisahkanSampah sejak dari rumah. Sehingga diharapkan target 30  persen Jakstranas bisa tercapai dalam 30 bulan masa kepemimpinan mang Oded. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Salman Fauzi menambahkan bahwa saat ini sudah ada 14 kawasan bebas sampah di Kota Bandung. "Semoga ke depan minimal ada 1 lokasi per RW yang termasuk ke dalam kategori kawasan bebas sampah," tambahnya.

Selain kawasan bebas sampah, Pemkot Bandung juga mendorong semakin banyaknya bank sampah di Kota Bandung termasuk Posyandu. Kalau saja Posyandu sebanyak 16.000 lebih mengelola bank sampah, maka akan menjadi energi luar biasa. 

"Beberapa dinas, kecamatan dan kelurahan sudah mulai merespon dengan membuat bank sampah. Misal di Sukaraja ada Sajadah (Sampah Jadi Banda Bila Dipilah), Busekel (Buanglah Segala Sampah Elektronik dan Plastik ke Kelurahan) di Bojongloa Kaler. Ada juga bank sampah di Disdagin, Dishub, BPPD, Sukajadi, dan DLHK. Semoga yang lainnya mengikuti agar semua ASN Pemkot Bandung jadi nasabah bank sampah," kata Salman. 
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler