Upah Minimum Buruh di Jabar Naik, Jadi Berapa?

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hari ini mengeluarkan keputusan soal besaran upah minimum provinsi (UMP) Jawa Barat. Besarannya adalah Rp 1.668.372 atau naik 8,03 persen dari UMP tahun 2018.

UMP itu akan jadi salah satu acuan untuk penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) dalam beberapa waktu ke depan. Tapi, berdasarkan pengalaman, besaran UMK biasanya selalu lebih besar nominalnya daripada UMP.

"Kenyataannya, di setiap 27 kabupaten/kota di Jabar, UMK tidak ada yang sama dengan UMP, selalu lebih besar (UMK)," ujar Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (1/11/2018).

Di luar penetapan UMP itu, ia memaparkan berbagai hal yang akan dilakukan untuk membuat buruh lebih sejahtera. Salah satunya mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 54 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penetapan dan Pelaksanaan Upah Minimun di Jabar yang dinilai buruh tidak berpihak pada mereka.

"Saya mencabut Pergub Nomor 54 Tahun 2018 sesuai dengan tuntutan buruh. Setelah saya pelajari, pergub itu juga belum memuat visi-misi gubernur baru karena ditandatangani di periode sebelum kami," ucapnya.

Baca Ini Juga Yuk: Pengusaha dan Kadin Moskow Kepincut Berinvestasi di Jawa Barat

Pergub itu secepatnya akan ditinjau ulang untuk kemudian diterbitkan kembali agar memuat keputusan yang sesuai dengan visi-misi Emil. Sehingga, pergub juga diharapkan membuat buruh lebih sejahtera.

Di luar itu, Emil sendiri memiliki cara untuk menyejahterakan buruh yang diharapkan bisa berjalan mulai 2019 mendatang. Salah satunya, perusahaan akan diminta membangun kawasan permukiman bagi buruh di area dekat pabrik. Tujuannya agar buruh tidak lagi mengeluarkan biaya untuk ongkos perjalanan dari rumah ke pabrik.

Pemprov juga akan menghibahkan banyak bus untuk sarana transportasi buruh di berbagai daerah. Bus itu menjadi fasilitas gratis bagi buruh untuk pergi dan pulang dari rumah ke tempat kerja dan sebaliknya.

Berikutnya, Emil mengagas adanya sembako murah bagi buruh yang nantinya dijual melalui koperasi dan dengan sistem online. Berbagai cara yang disusun diyakini akan berdampak signifikan dan membuat buruh menghemat pengeluaran. Ujungnya, buruh diharapkan lebih sejahtera dari saat ini.

"Dengan menurunkan pengeluaran, mereka bisa menabung untuk hal-hal lain. Saya kira itu bisa jadi contoh yang bisa kita (jalankan)," kata Emil.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler