Museum Sejarah Kota Bandung Bikin 'Panon Hideung Museum Market'

Bandung - Beberapa waktu lalu, Museum Sejarah Kota Bandung baru saja diresmikan oleh Wali Kota Bandung, M. Oded Danial. Untuk lebih memperkenalkan keberadaan museum yang satu ini kepada masyarakat luas, Museum Sejarah Kota Bandung berkolaborasi dengan Djarum Foundation menggelar Panon Hideung Museum Market yang berlangsung pada 3-4 November 2018. 

Panon Hideung Museum Market adalah pasar museum yang mengumpulkan berbagai komunitas di Kota Bandung. Acara ini menyajikan beragam kesenian, seperti penampilan pencak silat, pertunjukan musik, kontes fotografi, hingga pemutaran film 'Darah dan Doa' dan diskusi. 

Pada hari pertama gelarannya, Panon Hideung Museum Market menampilkan Iman Jimbot & Friends. Musisi yang sudah melanglangbuana hingga ke Inggris bersama alat-alat musik sundanya. Serta diskusi mengenai sejarah kota Bandung bersama Prof. Sobana dan Edo Aditya.

Baca Ini Juga Yuk: Hore! Kota Bandung Kini Punya Museum Sejarah 

Ketika mendengar kata panon hideung rasanya tidak asing di telinga. Nama di balik acara ini diambil dari lagu sunda dengan judul yang sama, yang diciptakan oleh Ismail Marzuki pada tahun 1939 silam. 

Menyoal lagu 'Panon Hideung' sendiri, lagu ini dianggap sebagai salah satu lagu yang merekam sebuah era tentang persentuhan antara kebudayaan Barat dan Sunda, dimana sampai saat ini tak lekang dimakan waktu. 

"Lagu 'Panon Hideung' sempat menjadi ikon, dimana kala itu lagu ini seringkali dinyanyikan oleh para pejuang zaman kolonial Belanda," tutur Kepala Museum Sejarah Kota Bandung, Hermawan Irianto pada BeritaBaik.

Semangat lagu itu lah ingin dihadirkan di era sekarang kepada para generasi muda. Lewat acara ini, Hermawan ingin mengajak masyarakat dan komunitas-komunitas di Bandung untuk berkegiatan di museum. 

"Untuk kedepannya kita berharap bisa mengadakan kegiatan seperti ini sebulan sekali," ujar Kepala Museum Kota Bandung.

Berita Foto: Masuk ke Museum Sejarah Bandung Yuk!

Ketika ditemui usai penampilannya, Iman Jimbot mengaku senang bisa tampil di museum. Menurutnya harus lebih banyak lagi masyarakat yang datang ke museum agar bisa melestarikan kebudayaan sendiri. "Di Belanda mah datang ke museum itu harus membayar mahal, di Indonesia mah rata-rata gratis. Biar teu pareum obor. Kedah dirawat lah saterasna mah," tuturnya. 

Bagi TemanBaik yang belum sempat datang, gelaran Panon Hideung Museum Market masih akan berlangsung sampai hari Minggu, 4 November ini. Akan ada diskusi mengenai museum dan generasi milenial bersama Prof. Yasraf Amir dan Hendricus Napidsumargo. Serta penampilan dari RMHR, Terang Bulan, hingga Risa Saraswati. Jangan sampai terlewatkan ya!

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler