Basarnas Perpanjang Operasi Pencarian Korban Pesawat Jatuh

Bandung - Operasi pencarian korban pesawat jatuh diperpanjang tiga hari lagi terhitung Senin (5/10/2018). Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya Muhammad Syaugi memutuskan hal itu setelah evaluasi koordinasi dan mempertimbangkan masukan di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan Syaugi di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Minggu (4/11/2018). Ia berharap, dengan ditambahnya waktu pencarian diharapkan operasi ini bisa selesai.

Hasil sementara operasi sampai pada hari ke-7 ini, tim SAR telah berhasil mengevakuasi 105 kantong jenazah yang sudah diberi label oleh tim DVI.

"Jumlah ini saya pastikan akan bertambah karena tim SAR telah menemukan beberapa korban dalam beberapa kantong jenazah baik di kapal maupun di posko aju di Tanjung Pakis Karawang," ujar Syaugi dalam rilis yang diterima Beritabaik.

Kabasarnas juga menjelaskan, selain korban, tim SAR khususnya para penyelam telah menemukan engine, 1 telah dievakuasi ke Posko Terpadu, satunya dalam kondisi tidak lengkap yang sudah dipastikan koorsinatnya. Untuk roda, 1 lengkap sudah dievakuasi ke Posko Terpadu, sementara 2 roda lainnya dalam kondisi tidak lengkap sudah diketahui posisinya. Namun badan pesawat hingga kini masih belum ditemukan

"Saya tegaskan, bahwa yang kami temukan dan kami evakuasi adalah bagian skin atau kulit-kulit pesawat cukup banyak di dasar laut. Ini berdasarkan data berupa gambar dan pencitraan dari ROV yang sampai saat telah menyapu area pencarian dengan radius 250 meter persegi," jelasnya.

Rencana operasi selanjutnya tetap mengandalkan pencitraan dari ROV. Setelah mendapat gambar yang jelas dan presisi, baru dilaksanakan penyelaman. Selain itu, tim SAR juga melaksanakan penyisiran baik ke arah barat maupun ke arah timur di pesisir Pantai Tanjung Pakis.

"Penyapuan juga dilaksanakan dari darat, mengingat kemarin dari kawasan itu ditemukan banyak korban," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng - Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pagi. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat.


Foto Biro Pers Setpres

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler