Pameran Karya Desain Mahasiswa Bangun Kota Ramah Huni

Bandung - Gaung Bandung merupakan kegiatan tahunan Ikatan Mahasiswa Arsitektur (IMA) Gunadharma yang mulai diinisiasi tahun 2011. Acara ini bertujuan mengajak elemen masyarakat kota untuk menyuarakan dan bergerak membentuk Kota Bandung yang nyaman.

Tahun 2018 ini, Gaung Bandung mengangkat isu 'Inklusi dalam Akses' sebagai bentuk partisipasi mewujudkan kota inklusif guna menciptakan kota ramah huni. Pengembangan kota secara inklusif akan mendorong setiap orang berani dalam mengaktualkan dirinya sehingga bebas berekspresi kreatif tanpa hambatan.

Dalam acara tersebut sebuah pameran arsitektur dan isu inklusi baru saja digelar pekan lalu. Acara bertajuk 'Pameran Tanpa Batas' tersebut diselenggarakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 2-4 November 2018. Selain itu, pameran ini juga menjadi wadah ekspresi karya untuk mahasiswa dan alumni arsitektur ITB yang memiliki ketertarikan pada isu inklusi.

Berita Foto: Masuk ke Museum Sejarah Bandung Yuk!

'Pameran Tanpa Batas' menyajikan karya-karya terbaik hasil kurasi para peserta Bandung Inclusive Trip. Selain itu, terdapat pula wahana sekaligus photobooth dan instalasi. Penasaran apa saja keseruan di acara yang satu ini? Simak rangkumannya berikut.

Hari Pertama
Pada hari pertama pameran menampilkan beberapa hasil karya terbaik Sayembara Tanpa Batas sekaligus menjadi tempat penjurian terbuka dan pemberian penghargaan bagi pemenang sayembara tersebut.

Hari Kedua
Untuk hari kedua acara menampilkan Pameran Gaung Bandung dilengkapi dengan kegiatan talkshow mengenai isu inklusi kota dan desain inklusif. Pada sesi talkshow diisi oleh para narasumber dari dua latar belakang yang berbeda, yaitu arsitektur dan aktivis inklusi. Sebagai pembicara hadir Ardzuna Sinaga dari Urban+ serta Paskalis Krishno dari Han Awal Partners, Dosen Arsitektur Rachmita Harahap dari Universitas Mercubuana. Ada juga Cucu Saidah Founder Bandung Independent Living Center dan Iwan Suprianto dari Kementerian PUPR.

Hari Ketiga
Pelaksanaan hari ketiga Festival Tanpa Batas menjadi puncak rangkaian Gaung Bandung 2018. Festival menciptakan atmosfer inklusif dengan adanya kolaborasi karya antara masyarakat umum dan masyarakat ekslusif (penyandang difabel, manula dan wanita) yang dilakukan dalam wadah berupa stan pameran karya, stan kolaborasi dan panggung kolaborasi.

Terdapat tiga workshop di hari terakhir pelaksanaan yaitu Puka, Beliefable, Terikat ITB dari merk hasil karya teman difabel (Puka dan Beliefable yang hasil karyanya bisa dibawa pulang oleh peserta. Panggung kolaborasi diisi oleh Kunci-G, Apres!, Smile Motivator (penampilan dari teman-teman difabel) serta Dried Cassava.




Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler