Indonesia Punya Empat Pahlawan Nasional Baru Loh, Sudah Tahu?

Bandung - Pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan pemerintah pada seorang warga negara Indonesia yang semasa hidupnya melakukan tindak kepahlawanan dan berjasa bagi bangsa dan negara. Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November adalah momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan untuk kemerdekaan Indonesia. 

Di antara banyak pahlawan yang kita kenal selama ini, mungkin belum banyak yang tahu kalau pada 7 November 2017 yang lalu, Presiden RI Jokowi menganugerahi empat sosok pahlawan nasional baru di Istana Negara.  Penganugerahan ini diatur melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/tahun 2017 tanggal 6 November 2017. Yuk kenalan dengan empat tokoh pahlawan nasional baru tersebut.

1. TGKH. M. Zainyddin Abdul Madjid
Tuan Guru Kyayi Haji (TKGH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah seorang pejuang kemerdekaan dan tokoh pendidikan yang lahir di Nusa Tenggara barat, 5 Agustus 1898 dan wafat pada 21 Oktober 1997 di usia yang ke-99. Ia merupakan pendiri organisasi Islam Nahdatul Wathan, yaitu organisasi islam terbesar di Lombok yang memberikan perhatian kepada pendidikan dan agama yang memiliki sejumlah madrasah dan pesantren dalam beberapa cabang.

Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dikenal sebagai tokoh ulama yang arif dan bijaksana, khususnya di Pulau Lombok. Ia memberikan contoh kepemimpinan yang bijak dan loyalitasnya yang tinggi terhadap dunia pendidikan agama Islam.

2. Laksamana Malahayati
Laksamana Malahayati lahir dari Kesultanan Aceh dengan nama Keumalahayati. Ia merupakan putri dari Laksamana Mahmud Syah, sedangkan kakeknya, yakni Laksamana Muhammad Said Syah merupakan putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memimpin Aceh pada 1530-1539 M.

Malahayati adalah Laksamana perempuan pertama dari Aceh yang membentuk pasukan “Inong Balee”, berisi para janda prajurit Aceh yang mahir menembakkan meriam dan menunggang kuda. Malahayati pernah memimpin armada laut berperang melawan Belanda dan berhasil meneaskan Cornelis De Houtman. Bersama Darmawangsa Tun Pangkat (Sultan Iskandar Muda) ia berhasil mengalahkan armada laut Portugis. 

Nama Malahayati juga telah diabadikan sebagai nama kapal perang jenis perusak kawal berpeluru kendali kelas Fatahillah milik TNI AL dengan nomor lambung 362.

3. Sultan Mahmud Riayat Syah
Sultan Mahmud Riayat Syah adalah pahlawan yang lahir di Sulu Sungai Riau, 24 Maret 1756 dan wafat pada 12 Januari 1812. Pada rentang tahun 1782 hingga 1784, Sultan berhasil mengalahkan Belanda yang ingin menanamkan pengaruhnya di Riau dalam Perang Riau I. Kapal Komando Belanda Malaka's Walvaren berhasil diledakkan.

Pada tahun 1784, Sultan kembali memimpin perang melawan Belanda yang dipimpin Pieter Jacob van Braam di Tanjung Pinang. Sultan Mahmud menolak ajakan Belanda untuk berdamai dan menerapkan startegi gerilya laut untuk mengacaukan perdagangan Belanda di Selat Melaka dan Kepulauan Riau. Tahun 1811 Sultan Mahmud mengirimkan bantuan kapal perang lengkap guna melawan ekspansi Belanda ke Sumatera Timur, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung.

4. Lafran Pane
Lafran Pane adalah tokoh asal Yogyakarta yang lahir di Sipirok, Tapanuli Selatan 12 April 1923 dan wafat di Yogyakarta 24 Januari 1991. Lafran Pane dikenal sebagai tokoh pergerakan pemuda dan memprakarsasi pembentukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 5 Februari 1947.

Dalam perjalanannya, HMI secara konsisten menolak gagasan Negara Islam yang digagas oleh Maridjan Kartosoewiryo pendiri gerakan Darul Islam. Lafran Pane menjadi salah satu tokoh utama penentang pergantian ideologi negara dari Pancasila menjadi komunisme.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler