Menengok Puskesmas Ramah Disabilitas di Bandung

Bandung - Kota Bandung kini memiliki dua pusat pelayanan kesehatan masyarakat (puskesmas) ramah disabilitas, yaitu Puskesmas Salam dan Puskesmas Pasirkaliki. Seperti apa puskesmas tersebut? Apa bedanya dibanding puskesmas lain di Kota Bandung?

BeritaBaik pun melihat secara langsung salah satu puskesmas itu, yaitu Puskesmas Salam yang terletak di Jalan Salam, Kelurahan Cihapit, Kota Bandung. Di bagian depan, mereka yang disabilitas bisa menggunakan lajur khusus agar lebih mudah.

Beberapa kursi di dekat tempat pendaftaran dan ruang tunggu pun ditandai dan diberi tulisan 'Kursi Prioritas' yang diperuntukkan bagi disabilitas. Di tempat pendaftaran, mesin untuk nomor antrean ditambahi huruf braille di dekat tombol. Sehingga, mereka yang tunanetra bisa membedakan mana tombol antrean untuk ke poli umum, poli gigi, serta poli kesehatan ibu dan anak.

Papan penanda ruangan-ruangan di sana pun ditambahi dalam bentuk braille, mulai ruang tindakan, ruang tata usaha, hingga toilet. Sehingga, mereka yang tunanetra bisa membedakan ruangan dengan cara meraba semacam plang ruangan.

Bagi yang tunarungu, mereka akan dipanggil melalui tampilan nomor antrean di layar, baik untuk registrasi di tempat pendaftaran, pemeriksaan, hingga pengambilan obat.

Tidak hanya itu, bagi yang tunanetra, petugas akan memberikan kertas resep dalam bentuk huruf braille. Sehingga, mereka bisa tahu obat apa saja yang harus dikonsumsi, termasuk berapa kali mereka mengonsumsi obat itu dalam sehari.

Untuk toilet, saat ini juga sudah sangat aksesibel untuk pengguna kursi roda. Sebab, pintunya sudah diubah menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Kepala UPT Puskesmas Salam dr. Liawaty Tarigan mengatakan bukan hanya fasilitas yang ramah disabilitas, 35 petugas di sana juga memiliki keahlian khusus. Mereka punya kemampuan menggunakan bahasa isyarat, menulis dan membaca huruf braille, serta memahami apa yang harus dilakukan terhadap penyandang disabilitas.

"Seperti menangani mereka yang tunadaksa dan tunanetra pasti beda, cara komunikasi juga berbeda, ujar Liawaty kepada BeritaBaik, Kamis (15/11/2018).

Saat ini, Puskesmas Salam bisa melayani penyandang disabilitas dari berbagai wilayah Kota Bandung. Begitu juga dengan Puskesmas Pasirkaliki. Sebab, saat ini baru dua titik itu yang tempatnya ramah disabilitas.

"Karena baru dua puskesmas (yang ramah disabilitas), jadi yang disabilitas tidak terpaut oleh kewilayahan. Dari luar wilayah sini juga boleh datang ke sini," jelas Liawaty.

Sementara di luar itu, petugas Puskesmas Salam juga siap memberikan pelayanan 'jemput bola' bagi disabilitas maupun lansia. Sehingga, justru petugas yang akan mendatangi mereka, bukan sebaliknya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler