Mengenal 'Nomadic Tourism' Konsep Pariwisata Indonesia

Bandung - Dari hasil Rakornas Pariwisata di Nusa Dua Bali pada Bulan Maret 2018 lalu, selain destinasi digital, ada hal baru yang bakal dilakukan oleh Menpar Arief Yahya, yakni nomadic tourism alias pariwisata nomadic. Menpar sangat yakin dua konsep ini akan membuat pariwisata di Indonesia semakin mendunia.

Nomadic tourism adalah gaya baru dalam berwisata di mana para wisatawan dapat menetap dalam kurun waktu tertentu di suatu destinasi wisata. Dilengkapi dengan amenitas yang portable dan dapat dipindah-pindah.

Gaya berwisata ini sangat cocok bagi suatu destinasi wisata yang sangat potensial namun memiliki daya dukung amenitas yang masih rendah. Maka nomadic tourism akan menjadi solusi sementara yang bersifat permanen bagi wisata tertentu di Indonesia. Nomadic tourism akan diterapkan untuk menjangkau destinasi alam potensial di kepulauan yang sulit dijangkau seperti Maluku.

Maka diperlukan atraksi pariwisata yang menarik, pengadaan akses dan amenitas bisa dilakukan dengan menggunakan bahan baku yang bisa dipindah. Misalnya pembangunan glamp camp atau dengan live on board, caravan dan home pod.

Baca Ini Juga Yuk: 3 Lokasi di Jabar Ini Bakal Jadi Tujuan Wisata Dunia, Apa Saja?

Saat ini jumlah backpaker di dunia mencapai 39,7 juta orang. Mereka terbagi dalam tiga kelompok besar, Flashpacker atau digital nomad memiliki potensi sekitar 5 juta orang. Mereka menetap sementara di suatu destinasi sembari bekerja.

Kelompok lainnya adalah glampacker atau familiar sebagai milenial nomad. Glampacker ini jumlahnya 27 juta orang di dunia. Mereka mengembara diberbagai destinasi dunia yang instagramable. Kelompok pengembara dunia lainnya adalah Luxpacker atau Luxurious nomad. Kaum luxpacker ini berjumlah 7,7 juta orang. Mereka mengembara untuk melupakan hiruk pikuk rutinitas.

Nomadic tourism bukanlah gaya berwisata yang baru. Liburan ala nomadic traveler ini sudah diterapkan di beberapa negara seperti Mongolia dan Madives. Lewat laman kemenpar.go.id, Menpar Arief juga mengajak para pelaku industri untuk turut mendorong konsep ini.

“Para pelaku industri pariwisata silakan ikut mendorong konsep ini. Sebab, Nomadic Tourism ini paling cepat, paling cocok dan juga instagramable. Tidak butuh waktu lama, hanya fokus di dua aspek itu karena atraksinya sudah sangat siap,“ pungkasnya.

Foto: instagram.com/kemenpar


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler