Salut! Begini Cara Basarnas Cari Korban Tsunami

Bandung - Badan SAR Nasional (Basarnas) terus bekerja keras melakukan upaya pencarian para korban akibat bencana tsunami yang melanda kawasan Banten dan Lampung. Hari ini, tepat di saat perayaan Natal, upaya pencarian sudah memasuki hari kelima.

Upaya pencarian pun dilakukan dengan berbagai cara. Harapan besarnya, seluruh korban bisa dievakuasi. Tanpa mengenal lelah, para petugas terus berupaya melakukan tugasnya secara maksimal.

Hari ini, upaya pencarian tidak hanya dilakukan dengan metode penyisiran darat. Pencarian dilakukan melalui penyisiran laut dan melalui udara.

Total, ada empat tim yang diterjunkan untuk proses pencarian, yaitu tim Alfa, Bravo, Charlie, dan Delta. Mereka bertugas sesuai dengan arahan yang ditentukan.

SAR Mission Coordinator (SMC) Zaenal Arifin mengatakan operasi pencarian dan pertolongan hari ini difokuskan mengevakuasi korban yang berada di pulau-pulau kecil.

"Tim Alfa fokus menyisir sektor I yang berada di wilayah Cinangka dan Carita. Tim Bravo melakukan pencarian di sektor II Labuhan sampai dengan Tanjung Lesung," kata Zaenal dalam rilis yang diterima BeritaBaik, Selasa (25/12/2018).

Berikutnya, Tim Charlie akan menyisir kawasan Tanjung Lesung hingga Sumur. Sementara tim Delta fokus di sektor IV untuk mengevakuasi korban yang berada di Pulau Oar, Handeuleum, dan Badul.

Selain mengandalkan kemampuan personel, Basarnas juga melibatkan tenaga hewan dan peralatan lain. Harapannya, pencarian dan evakuasi akan lebih maksimal.

"Upaya pencarian tim Charlie nantinya akan didukung dengan anjing pelacak K-9 dan alat berat dikarenakan masih ada laporan tiga korban di Kampung Asem yang hingga kini masih belum ditemukan," jelas Zaenal.

Sementara berdasarkan data kemarin, tercatat ada 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi. Sedangkan kerugian fisik akibat bencana tsunami itu meliputi 681 unit rumah rusak, 69 unit hotel dan villa rusak, 420 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, dan puluhan kendaraan rusak.


Foto: dokumentasi basarnas



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler