Rumitnya PDAM Mengolah Air, Jangan Cuma Ngeluh Saat 'Seret' Ya!

Bandung - Pelanggan air dari PDAM Tirtawening Kota Bandung sering mengeluh saat pasokan atau distribusi air kurang lancar. Padahal, mereka tidak tahu betapa rumitnya proses pengolahan air dari awal hingga akhirnya dinikmati pelanggan.

Hal utama yang harus dipahami adalah sumber air baku utama PDAM justru berada di luar Kota Bandung, yaitu di sungai dan danau di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Air di sumber air baku itu harus menempuh jarak puluhan kilometer hingga sampai ke tempat pengolahan air di Kantor PDAM Tirtawening di kawasan Badaksinga, Kota Bandung.

Air dari berbagai sumber itu kemudian dicampur pada satu tempat, disaring, ditambahkan bahan kimia, serta beragam proses lainnya. Hingga terakhir, air akan diberikan semacam cairan disinfektan untuk membunuh kuman atau bakteri di dalamnya.

Air pun melewati berbagai tempat penampungan dalam setiap prosesnya. Bahkan, air akan diuji di laboratorium untuk memastikan aman dikonsumsi.

"Sehingga pada saat air keluar dari reservoar di Badaksinga ini sudah dinyatakan aman," kata Kepala Bagian Produksi PDAM Tirtawening Kota Bandung Dine Dwinarjati.


Proses perjalanan air baku menuju tempat pengolahan di PDAM sendiri sekitar dua jam. Sedangkan proses pengolahannya berkisar 20-30 menit. Setelah tuntas diolah, air baru disalurkan ke pelanggan melalui pipa-pipa yang sudah terhubung ke rumah atau bangunan milik pelanggan.

"Untuk air sampai ke pelanggan, itu berbeda-beda, makin jauh dari sini (tempat pengolahan), makin lama. Tapi rata-rata tidak sampai 8 jam seluruh Kota Bandung bisa terairi kalau kondisinya normal," jelas Dine.

Kendala dalam pengolahan air adalah minimnya pasokan air baku saat musim kemarau. Hal itu jelas menjadi hambatan terbesar yang kadang membuat distribusi air tidak lancar.

Tapi, saat musim hujan permasalahan juga berlanjut. Sebab, air baku cenderung berlumpur, kotor, hingga terdapat sampah. Jika itu terjadi, proses pengolahan menjadi lebih rumit dan memakan biaya operasional lebih besar.

"Bahkan saat musim hujan kadang terpaksa kita harus menghentikan proses produksi sementara karena tingkat kekeruhan air (di sumber air baku) sudah tidak masuk akal, enggak bisa diolah. Sehingga harus ditunggu dulu beberapa saat sebelum ke proses pengolahan," tutur Dine.

Dalam proses pengolahan air, petugas juga bekerja ekstra keras. Setiap hari, ada lima petugas yang bekerja 24 jam. Merekalah yang akan memastikan seluruh proses pengolahan air berjalan lancar. Belum lagi ditambah beberapa tenaga pendukung lainnya.

Nah, sekarang sudah tahu kan bagaimana rumitnya proses pengolahan air PDAM? Jadi, berusahalah paham dan jangan cuma ngeluh saat pasokan air kurang lancar. Sebab, PDAM juga terus berupaya untuk memenuhi kewajibannya secara maksimal kepada pelanggan.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler