Pemprov Jateng Bakal Alokasikan Dana Hibah untuk Guru Madrasah

Bandung - Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jateng terhadap kondisi guru madrasah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 205 miliar untuk insentif guru Madrasah Diniyah (Madin), pengajar TPQ, dan pengasuh pondok pesantren.  

Dilansir dari laman web jatengprov.go.id, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa pemberian dana hibah itu bertujuan agar para guru madrasah semakin bermutu dan profesional dalam mendidik generasi masa depan depan.

"Kami ingin generasi di masa depan nantinya mempunyai pemahaman yang baik tentang kehidupan. Bantuan ini juga diberikan karena para guru yang mengajarkan keagamaan belum semua terjamah Kementerian Agama," kata Ganjar.

Pola pencairannya dana hibah untuk guru madrasah sakan ama seperti pencairan dana hibah lain yakni dilakukan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jateng. Nantinya mereka akan menerima dana tersebut lewat rekening dan alamat yang sudah didata sebelumnya.

"Di Jateng sendiri ada 170.949 guru madin, TPQ dan pengasuh pondok pesantren yang sudah terverifikasi oleh Kemenag," paparnya.

Ganjar juga berpesan kepada para guru madin, TPQ, dan pengasuh pondok pesantren agar mereka selalu memberikan pengajaran yang baik. "Hal ini juga berlaku bagi para santri dan siswa. Mereka juga harus menghormati guru mereka agar terwujud rasa saling peduli dan memahami," jelas Ganjar.


Foto: Humas Jateng 

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler