Makna Hari Bahasa Ibu dan Tip Berbahasa untuk Anak-anak

Bandung - TemanBaik sudah tahu jika hari ini, 21 Februari, merupakan peringatan Hari Bahasa Ibu? Atau justru ada yang baru tahu tentang istilah bahasa Ibu? Biar kamu tahu, yuk simak ulasannya.

Asep Rahmat Hidayat, peneliti muda Balai Bahasa Jawa Barat, mengatakan bahasa Ibu adalah bahasa yang pertama kali digunakan Ibu kepada anaknya sejak lahir. Tapi, karena Indonesia terdiri dari beragam suku, maka bahasa Ibu seringkali dimaknai berbeda.

"Bahasa Ibu itu bahasa yang pertama kali diperkenalkan oleh Ibu kepada anaknya. Dalam beberapa konteks, khususnya di Indonesia, karena bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa Ibu juga sering diidentifikasi sebagai bahasa daerah," kata Asep kepada BeritaBaik, Kamis (21/2/2019).

Lalu, apa bedanya jika bahasa yang seorang Ibu gunakan kepada anaknya adalah bahasa Indonesia, bahasa daerah, maupun bahasa asing? Enggak ada bedanya kok. Yang jelas, bahasa Ibu merujuk pada bahasa yang pertama kali dipergunakan untuk percakapan antara Ibu dan anaknya sejak dini.

Baca Ini Juga Yuk: Ini 4 Film Bertemakan Ibu yang Bisa Kamu Tonton

Jika seorang Ibu berbicara dengan anaknya dalam bahasa Indonesia sejak dini, maka bahasa Ibu sang anak adalah bahasa Indonesia. Begitu juga jika menggunakan bahasa daerah, maka bahasa Ibunya adalah bahasa daerah. Seiring perkembangan zaman, konteks bahasa Ibu bahkan kini lebih berkembang. Sebab, sebagian Ibu sejak dini berbicara dengan anaknya dalam bahasa asing, misalnya bahasa Inggris.

Bahasa apa sih yang sebaiknya digunakan Ibu dengan anaknya? Hal itu akan tergantung dari misi sang Ibu. Jika ingin sang anak bisa berbahasa daerah, maka sejak dini sang Ibu sebaiknya menggunakan bahasa daerah sejak dini. Hal itu bisa turut membantu dalam upaya pelestarian bahasa daerah.

Tapi, jika ingin sang anak lebih piawai berbahasa Indonesia atau asing sejak dini, orangtua punya pilihan untuk menerapkannya. Pilihan mana yang terbaik? Asep lebih menyarankan agar sang anak dibiasakan menggunakan bahasa daerah sejak dini di lingkungan keluarga. Sedangkan di luar lingkungan keluarga, anak dibiasakan menggunakan bahasa Indonesia.

Dengan terbiasa menggunakan bahasa daerah di lingkungan keluarga, sang anak bisa lebih paham bahasa daerah. Kelebihannya, dalam bahasa daerah biasanya terdapat nilai dan budaya yang positif. Hal itu akan memperkuat karakter sang anak setelah kelak beranjak dewasa

Baca Ini Juga Yuk: Tunjukkan Rasa Cinta Pada Ibu Lewat 5 Lagu Ini

Bahasa daerah sendiri belum tentu bisa dipelajari secara baik di luar lingkungan keluarga. Sebab, lingkungan sekitarnya belum tentu menunjang kemampuan anak dalam berbahasa daerah. Di zaman sekarang, anak justru dihadapkan pada lingkungan mayoritas berbahasa Indonesia. Sehingga, tanpa diajari orangtua, sang anak sebenarnya bisa belajar bahasa Indonesia 'di luar'.

"Ketika keluar rumah, anak itu tanpa perlu diajar (bahasa Indonesia) dia pasti bisa karena lingkungannya tersedia (mayoritas menggunakan bahasa Indonesia)," jelas Asep.

Sementara untuk bahasa asing, berdasarkan beberapa literatur, sang anak sebaiknya hanya diajarkan setelah memasuki usia sekolah. Dengan begitu, pondasi kemampuan bahasa daerah dan Indonesia akan cukup kuat. Bonusnya, sang anak akan piawai berbahasa asing di usia tertentu.

TemanBaik yang sudah punya anak mau mengajarinya menggunakan bahasa apa? Ingin anaknya pintar berbahasa Indonesia, daerah, atau asing? Itu jadi pilihan TemanBaik kok. Tapi, pikirkan baik-baik ya!


Ilutrasi: springsmontessori.com


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler