Begini Prosesi Upacara Melasti Umat Hindu Bali Jelang Hari Nyepi

Indramayu - Menjelang Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 7 Maret umat Hindu Bali menggelar upacara Melasti loh, TemanBaik. Upacara Melasti adalah upacara persembahyangan sebagai bentuk penyucian diri umat Hindu dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut.

Upacara Melasti biasa dilaksanakan di pinggir pantai, seperti yang dilaksanakan Desa Adat Pakraman Buleleng. Minggu (3/3/2019) kemarin. Sebanyak 14 banjar adat di lingkungan Desa Adat Pakraman Buleleng mengikuti prosesi upacara Melasti di Pura Segara yang terletak di pantai kawasan Eks Pelabuhan Buleleng.

Menurut Kelian (Kepala) Adat Pakraman Buleleng, I Nyoman Sutrisna, Melasti yang dilaksanakan oleh sejumlah desa di Bali adalah proses penyuucian diri atau nganyudang malaning gumi ngamet tirta amerta yang berarti menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Nah, air kehidupan yang dimaksud yakni sumber air dari alam seperti danau dan laut.

"Selain melaksanakan persembahyangan, dalam upacara Melasti Desa Adat Pakraman Buleleng kami juga melakukan pembersihan dan penyucian benda sakral dan perlengkapan milik pura," ujar Sutrisna. Sebelumnya benda-benda tersebut diarak dan diusung mengelilingi desa.

Berita Foto: Upacara Melasti Jelang Hari Saraswati

Dalam upacara Melasti seluruh peserta mengenakan baju adat berwarna putih. Para pemangku berkeliling dan memercikkan air suci kepada peserta dan perangkat-perangkat peribadatan pura. Selama prosesi ini pemangku juga menebarkan asap dupa sebagai wujud pensucian.

Pelaksanaan upacara Melasti dilengkapi dengan berbagai sesajian simbol Trimurti. "Trimurti adalah tiga dewa dalam kepercayaan Hindu, yaitu Wisnu, Siwa, dan Brahma," jelas Sutrisna.

Ia juga menjelaskan tujuan upacara Melasti adalah ngiring prawatek dewata yang berarti mengingatkan bakti kepada Tuhan dengan anganyutaken laraning jagat (membangun kepedulian untuk mengentaskan penderitaan masyarakat), anganyutaken papa klesa (menguatkan diri dengan membersihkan diri dari kekotoran rohani), anganyut aken letuhan bhuwana (bersama-sama menjaga kelestarian alam).

Upacara Melasti yang digelar Desa Adat Pakraman Buleleng tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, loh! Selama ini Desa Adat Pakraman Buleleng biasanya melangsungkan upacara melasti bertepatan dengan purnamaning kadasa, yakni dua pekan setelah Hari Raya Nyepi. Hal itu berpatokan pada Lontar Sundarigama dan Lontar Aji Swamandala.

Namun Melasti rangkaian Nyepi Tahun Baru Saka 1941 kali ini dilaksanakan lebih awal sekitar 17 hari karena pelaksanaan upacara Karya Agung Panca Walikrama di Pura Besakih, Karangasem. Hal ini sesuai dengan awig-awig (aturan) Desa Adat Pakraman Buleleng.

Dalam Pasal 80 ayat 1 awig-awig Desa Adat Pakraman Buleleng disebutkan jika melasti bersamaan dengan rangkaian pelaksanaan upacara Karya Agung Panca Walikrama di Pura Besakih, maka ritual melasti yang biasanya diselenggarakan pada Purnamaning Kadasa (sesudah Nyepi) dimajukan ke Sasih Kasanga (sebelum Nyepi).

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler