Jika Digigit Hewan Penular Rabies, Segera Lakukan Ini!

Bandung - TemanBaik sudah tahu kan jika rabies adalah salah satu penyakit mematikan? Karena itu, kamu harus lebih hati-hati loh agar tidak terkena rabies. Penularan rabies sendiri bisa terjadi melalui perantara hewan, mulai dari anjing, kera, kucing, musang, dan hewan lain. Seperti apa sih gejala hewan yang terjangkit rabies?

Secara umum, ada beberapa tanda yang bisa terlihat dari perilaku hewan tersebut. Hewan itu akan memakan benda-benda yang bukan makanannya, hiperseksual, mengeluarkan air liur berlebih, kejang-kejang, lumpuh, hingga akan mati dalam waktu sekitar 14 hari.

Hewan terjangkit rabies juga akan berubah perilakunya, bisa dari agresif menjadi penyendiri atau sebaliknya, mencari tempat dingin, dan lebih suka di tempat gelap.

Yang mengerikan, rabies bisa menular terhadap manusia melalui perantara hewan, baik melalui gigitan, cakaran, atau jilatan. Apa yang harus dilakukan jika seseorang digigit, dicakar, maupun dijilat oleh hewan penular rabies?

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mencuci bagian yang digigit, dicakar, atau dijilat selama 15 menit dengan menggunakan sabun.

"Pencucian ini merupakan hal yang sangat penting dan harus segera dilakukan setelah terjadi pajanan (jilatan, cakaran, atau gigitan) oleh HPR (hewan penular rabies) untuk membunuh virus rabies yang berada di sekitar area luka," kata Direkrut Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi di laman resmi Kementerian Kesehatan.

Belum cukup sampai di situ loh TemanBaik! Langkah berikutnya kamu harus memberikan antiseptik pada bagian luka. Meski tidak luka karena hanya dijilat, langkah serupa sebaiknya juga dilakukan.

Pemberian cairan antiseptik itu berfungsi untuk membunuh virus rabies yang kemungkinan masih tersisa di sekitar luka atau bekas jilatan. Antiseptik yang bisa digunakan di antaranya povidon iodine, alkohol 70 persen, dan zat antiseptik lainnya.

Agar lebih aman, kamu sebaiknya segera datang ke rumah sakit atau klinik untuk minta diberikan vaksin anti rabies (VAR) dan serum anti rabies (SAR). Tujuannya untuk meningkatkan sistem imunitas dalam tubuh dan menetralisasi virus rabies.

Pemberikan VAR dan SAR akan disesuaikan dengan kondisi kamu yang jadi 'korban' hewan penular rabies. Jadi, sebaiknya ikuti saran dari dokter untuk penanganannya.

TemanBaik sudah tahu kan cara mencegah tertular rabies? Lebih hati-hati lagi ya. Jika kamu punya hewan peliharaan yang berpotensi jadi penular rabies, kamu sebaiknya membawanya ke dokter hewan atau dinas peternakan untuk diberikan vaksin rabies. Mencegah lebih baik daripada terlambat kan TemanBaik!



Foto ilustrasi: Unsplash.com
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler