Bandung Atasi Kemacetan dengan Grab to Work

Bandung - Pemkot Bandung terus berusaha mengatasi masalah kemacetan loh TemanBaik. Salah satu yang akan segera dijalankan menggandeng Grab untuk menggulirkan program Grab to Work.

Konsep Grab to Work adalah mengumpulkan satu hingga enam calon penumpang di satu titik. Mereka kemudian akan pergi ke kantor dengan menggunakan mobil dari mitra Grab.

Cara itu diharapkan jadi solusi efektif untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ke kantor. Sebab, penggunaan kendaraan pribadi jadi salah satu faktor penyebab kemacetan di Kota Bandung.

Uji coba Grab to Work akan dilakukan pada 11-15 Maret 2019. Dalam tahap awal, program itu akan diikuti para pegawai yang bertugas di Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Kota Bandung, dan satu instansi swasta.

Setiap hari selama masa uji coba itu akan ada puluhan pegawai yang menggunakan Grab untuk pergi ke kantor. Saat berangkat, mereka akan berkumpul di satu titik untuk dijemput. Begitu juga sebaliknya.

"Untuk tahap uji coba ini kita menggunakan 10 mitra Grab Car dengan mobil kapasitas enam sheet (kursi)," kata Partner Engangement Executive Grab Jawa Barat Mawaddi Lubby di sela sosialisasi Grab to Work di Taman Sejarah, Kota Bandung, Jumat (8/3/2019).

Setelah uji coba selesai, pihaknya akan segera melakukan evaluasi. Sehingga, akan ada berbagai perbaikan untuk meningkatkan kualitas.

TemanBaik ingin berpartisipasi menjalankan program Grab to Work untuk mengatasi kemacetan di Bandung? Sabar dulu ya. Sebab, program ini belum berjalan untuk masyarakat umum. "Apabila (uji coba) lancar, insya Allah kita akan mulai kira-kira di bulan April untuk program Grab to Work yang lebih masif lagi ke masyarakat," tuturnya.

Baca Ini Juga Yuk: Baru di Jabar Nih, Bayar Pajak Kendaraan Bisa di Mini Market

Untuk tarif, program itu rencananya tidak akan terjadi perubahan alias tetap menggunakan tarif biasa. Tarif akan sesuai dengan rute yang ditempuh tanpa menghitung jumlah penumpang.

Tapi, jika TemanBaik nantinya menggunakan program itu, harganya bisa lebih murah loh. Sebab, kamu bisa urunan dengan teman-teman kamu yang sama-sama pergi bekerja menggunakan layanan Grab to Car.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyambut baik program tersebut. Ia berharap nantinya program itu bisa digunakan masyarakat.

"Yang pasti ini kegiatan positif ya. Saya pribadi, kedinasan, mengapresiasi. Mudah-mudahan ini jadi salah satu solusi mengurai kemacetan dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," tuturnya.

Ia pun sepakat para aparatur sipil negara (ASN) harus jadi yang pertama dan utama menggunakan layanan Grab to Work. Kenapa? "ASN itu harus jadi teladan bagi masyarakat. Oleh karena itu kita dorong dulu ASN yang menggunakan program ini," jelas Yana.

Sementara itu, Kadishub Kota Bandung Didi Ruswandi punya cara tersendiri loh agar ASN di Dishub menggunakan layanan tersebut. Ia mengeluarkan surat perintah agar mereka menjalankan Grab to Work dan menerapkan denda bagi yang melanggar.

Baca Ini Juga Yuk: 5 Rahasia Menghemat Bahan Bakar Kendaraan yang Bisa Kamu Coba

"Untuk membangun disiplin, ASN Dishub tidak boleh ada yang tidak ikut. Yang tidak ikut akan kena penalti Rp50 ribu (per hari), sementara yang (pegawai) strukturalnya Rp100 ribu. Uang yang disepakati ini kalau terkumpul akan dibelikan pohon untuk ditanam," papar Didi.

Di Dishub sendiri total ada sekitar 70 karyawan yang siap menjalankan program tersebut. Mereka akan dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan daerah tempat tinggal.

Para karyawan itu pun diwajibkan untuk menyebarkan aktivitasnya menggunakan layanan Grab to Work melalui media sosial. Tujuannya untuk mengampanyekan ke publik bahwa naik transportasi umum secara bersama-sama itu mengasyikan.

Di acara tersebut, dilakukan juga penyerahan kunci kendaraan pribadi lima ASN Dishub yang dimasukkan ke dalam kotak khusus oleh Yana Mulyana. Hal tersebut merupakan simbol mereka siap mengikuti program Grab to Work. Pada kesempatan itu, Yana juga mencoba layanan Grab Car dari Taman Sejarah.


Foto: Oris Riswan


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler