Hebat! Ami Tembus Hutan Belantara Demi Mengajar

Pandeglang - TemanBaik, ada sosok perempuan hebat nih! Sosok itu adalah Fadila Ashiyami. Ia adalah salah seorang Guru Garis Depan (GGD) di Desa Sobang, Pandeglang, Banten.

Tahu enggak sih TemanBaik apa itu GGD? GGD merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memeratakan akses dan mutu pendidikan di daerah 3T, yaitu terdepan, terluar, dan tertinggal. Para guru anggota GGD pun disebar ke daerah 3T yang rata-rata lokasinya sulit dijangkau.

Sebagai salah seorang GGD, Ami (panggilan akrab Fadila Ashiyami), bertugas menjadi guru Bimbingan dan Konseling SMPN 4 Sobang. Bukan tugas mudah bagi Ami untuk mengajar.

Lulusan Universitas Negeri Jakarta itu harus menghadapi medan berat menuju sekolah agar tiba tepat waktu. Meski menggunakan sepeda motor, ia tidak bisa cepat karena jalan menuju ke sekolah tidak semulus seperti di perkotaan.

Bahkan, Ami harus menyimpan sepeda motornya di pinggir hutan. Ia lalu melanjutkan perjalanan menembus hutan dengan berjalan kaki. Meski berat, semua itu dijalani dengan ikhlas. Apalagi ia merasa ada sisi kepuasan dalam menjalankan tugasnya.

"Kepuasannya luar biasa ketemu dengan murid-murid, bisa berbagi manfaat dengan mereka, mendidik anak bangsa yang benar-benar membutuhkan. Di situ kepuasannya," kata Ami di laman resmi Kemendikbud.

Baca Ini Juga Yuk: Kisah Inspiratif Anggi, Guru Musik Asal Mojokerto

Dengan menjadi bagian GGD, Ami berusaha menularkan semangat positif kepada siswa. Ia mengajak mereka untuk percaya diri dan semangat meraih masa depan. Keterbatasan sarana dan prasarana pun jangan jadi penghambat.

Ia pun berharap para siswa yang didiknya itu kelak bisa menempuh pendidikan lebih tinggi. Di luar itu, ia ingin desa tempatnya mengajar suatu saat dibangun lebih baik oleh para anak didinya. "Mungkin suatu hari nanti mereka juga akan membangun desa mereka, menjadi desa yang lebih maju dari sekarang," ucapnya.

Ami sendiri merupakan satu dari 37 GGD yang bertugas di Pandeglang. Di luar itu, GGD juga tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas lokasi tempat mereka mengajar pun memiliki rintangan yang berat.

Ia berharap para guru yang menjadi bagian GGD bersemangat dalam menjalankan tugas. Soal beratnya rintangan, ia memandang hal itu justru akan terasa ringan jika segala prosesnya dinikmati.

"Nikmati mendidik di mana pun. Kalau memang tulus, ikhlas, benar-benar untuk siswa, maka medan seperti apapun justru membuat kita tertantang dan senang," pungkas Ami.


Foto: dokumentasi Kemendikbud

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler