Jangan Sebar Video Kekerasan di Selandia Baru!

Bandung - TemanBaik sudah tahu kan ada tragedi kekerasan berupa penembakan di dalam masjid di Selandia Baru? Video kekerasannya pun sudah tersebar ke berbagai negara. Bahkan kamu mungkin sudah menerima atau melihatnya.

Tapi, bersikap bijaklah TemanBaik. Jangan turut jadi pihak yang menyebarkan video itu kepada orang lain. Jika kamu menerima video itu, cukup berhenti di kamu ya, jangan disebarkan lagi!

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun sudah mengeluarkan imbauan tersebut di laman resminya. Bukan hanya video, Kominfo juga mengimbau agar warga tidak menyebarkan aksi kekerasan itu dalam bentuk foto dan gambar.

Jika TemanBaik menyebarkan video maupun foto peristiwa itu, pikirin dulu deh dampaknya. Hal itu akan memancing kemarahan dan ketakutan di masyarakat.

"Kementerian Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar, atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat," kata Plt Kabiro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu.

Baca Ini Juga Yuk: Suka Bohong Berdampak Buruk pada Kesehatan Loh

Hati-hati loh jika kamu tetap ingin menyebarkan konten kekerasan itu. Kamu bisa dijerat hukum karena melanggar UU ITE. Kominfo sendiri terus melakukan pengawasan terhadap peredaran konten negatif itu. Bahkan, Kominfo bekerjasama dengan Polri untuk menelusuri siapapun yang menyebarkan konten negatif dan provokasi.

Nah, selain tidak ikut menyebarkan konten negatif itu, TemanBaik sebaiknya melapor jika menerima konten tersebut. Tujuannya agar konten itu tidak meluas diterima publik. Bagaimana caranya?

"Kementerian Kominfo mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun Twitter @aduankonten jika menemukan keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau penembakan brutal di Selandia Baru," jelas Ferdinandus.

Foto: Pexels


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler