Anak Milenial Wajib Kantongi Keterampilan Abad 21 Ini

Bandung - Persaingan di era industri 4.0 makin ketat aja nih TemanBaik. Buat menjawab kompetisi, yuk kita persiapkan diri dengan keterampilan abad ke-21 alias Century Skills. Kayak gimana sih ilmunya?

Rektor Universitas Bina Nusantara Andreas Chang bercerita, saat ini zaman sudah berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Untuk menguasai persaingan global, TemanBaik harus mampu menaklukkan bidang baru yang namanya Industri Teknologi Kreatif.

"Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri, kami menciptakan beberapa jurusan inovatif. Salah satunya creativepreneur. Enggak cuma dikelas, bagi milenial perkuliahan juga harus mengambil ambience di luar. Misalnya seperti di Binus yang kampusnya dekat dengan Mal. Ibaratnya mal itu sepetri lab desain mereka," ujar Andreas kepada BeritaBaik belum lama ini di Bandung.

Jangan lupa nih TemanBaik, mengusai bidang industri teknologi kreatif, kita juga wajib kuasai Century Skills. Menurut Andreas, sejumlah keterampilan ini akan diperlukan banget pada tahun 2020. Makanya anak muda wajib ancang-ancang nih.

Baca Ini Juga Yuk: 10 Keterampilan yang Perlu Kamu Punya untuk Hadapi Revolusi 4.0

"Anak milenial juga harus mengantongi keterampilan dalam memecahkan masalah yang kompleks atau complex problem-solving skills. Mereka juga harus terampil berpikir kritis, kreatif dan punya people management yang kuat atau simpelnya supel," rincinya.

Ia juga bercerita, di era ini hampir semua aspek keseharian berbasis digital. Jadi, ilmu apapun yang digeluti sudah pasti harus dilengkapi dengan penguasaan teknologi.

Ia menyebutkan, untuk memenuhi keinginan pasar, pihaknya juga membuat program-program studi yang sesuai dengan
pengembangan subsektor ekonomi kreatif Indonesia. Sebut saja Creativepreneur, Informatics, Interior Design, dan Visual Communication Design.

"Kita punya konsep 2-1-1. Artinya dua tahun perkuliahan teori, satu tahun bisa berpindah ke Malang untuk mengambil ambience kreatif di sana dan setahun berikutnya mahasiswa bisa mengabdi di masyarakat bahkan bisa penelitian di luar negeri," pungkasnya.


Foto: Dini Yustiani

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler