Unpad Jadi Tempat Membongkar Trik Bisnis Era Digital

Bandung - UKM Cattle Buffalo Club (CBC) Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad) punya cara sendiri nih TemanBaik dalam membagi ilmu. Mereka menyelenggarakan Seminar Teknologi Era Digital (Simmental) 1.0 di Graha Sanusi Unpad, Kota Bandung, Sabtu (6/4/2019).

Beberapa narasumber kompeten dihadirkan untuk membongkar trik berbisnis di era digital. Intinya, teknologi harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam berbisnis agar semakin berkembang. 

Ade Truna, Trainer of Gapura Digital and Fascilitator UKM of West Java, misalnya, membongkar bagaimana trik bisnis di era digital. Salah satunya memanfaatkan teknologi internet dan mulai merambah ke bisnis online marketing. "Kenapa harus go online? Karena gaya hidup masyarakat, terutama milenial, sudah sangat mendesak akan keperluan. Keperluan mereka saat ini cukup dengan akses online. Ambil peluang ini," kata Asep. 

Ia menyebut setidaknya ada tiga keuntungan yang didapat saat merambah bisnis online. Pertama, biaya operasional akan jauh lebih rendah dari bisnis konvensional. Kedua, biaya pemasaran akan lebih fleksibel dan rendah. Ketiga, langkah untuk memulai bisnis bisa lebih cepat dan meminimalisir risiko. 

Asep juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan media sosial dan aplikasi percakapan untuk memperlancar bisnis. Sebab, pemanfaatan media sosial dan aplikasi percakapan bisa menghemat biaya promosi dan berbagai pengeluaran lainnya. Tapi, tidak cukup dengan pemanfaatan teknologi loh TemanBaik. Kamu juga harus terus berinovasi dan melakukan beragam trik bisnis yang kreatif. 

CEO Halal Beef Indonesia sekaligus Trainer Bekraf Achmad Zaki mencontohkan perbandingan tukang cukur zaman dulu dan di era modern. Dengan berbekal desain tempat cukur yang menarik, harga untuk memangkas rambut bisa beberapa kali lipat lebih besar.


Singkatnya, produk atau layanan yang standar bisa disulap agar jadi lebih menarik dan mendatangkan untung besar. Tapi, catatannya,  kreativitas dan inoavsi jangan pernah berhenti dilakukan. 

Sebab, bisa saja usaha TemanBaik ditiru atau disaingi orang lain dan berujung gulung tikar. Karena itu, berbagai antisipasi dan langkah kreatif perlu terus dilakukan. "Coba berpikir melakukan apa yang orang lain tidak lakukan. Sehingga ketika ada kompetitor atau pemain usaha lain yang akan masuk (meniru atau menyaingi), mereka akan susah mengejar," tutur Zaki. 

Sementara itu, Ketua Panitia Simmental 1.0 Rizkan Primadia Nugraha berharap seminar yang digelar hari ini memberi pencerahan bagi para mahasiswa dan pelaku bisnis. "Semoga seminar ini memberikan manfaat bagi kita semua dan juga bermanfaat bagi kita sebagai peserta yang hadir," ucap Rizkan. 

Hal senada juga dikemukakan Ketua Cattle Buffalo Club Unpad Alda Maulana. "Semoga dalam seminar ini banyak ilmu dan manfaat baru yang dapat kita ambil sebagai bekal di masa yang akan datang," ungkapnya. 

Manajer Kemahasiswaan Fakultas Peternakan Unpad Jajang Gumilar mengungkap harapan yang lebih besar. Ia berharap para peserta dan generasi milenial akan menjadi para pebisnis ulung di masa depan. Selain akan bermanfaat untuk diri sendiri, berbisnis juga bisa memberi manfaat bagi orang lain, termasuk negara.

"Mari kita manfaatkan era digital ini menjadi satu peluang untuk kaum milenial. Saya mohon, nanti ke depan, khususnya adik-adik di sini yang kaum milenial ini bisa menjadi tulang punggung untuk pertumbuhan bangsa dan negara Indonesia ini," tutur Jajang.

Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler