Persib Hadirkan Senyum dan Tangis Haru di Sekolah Korban Bencana

Bandung - Persib Bandung memberi keceriaan sekaligus tangis nih TemanBaik. Hari ini, manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dan beberapa pemain datang ke SDN 106 Ajitunggal di kawasan Cijambe, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

Mereka yang hadir adalah Manajer Umuh Muchtar, Komisaris PT PBB Kuswara S Taryono, serta pemain masing-masing Febri Hariyadi, Supardi Nasir, dan I Made Wirawan.

Kehadiran mereka cukup menyedot perhatian siswa, orangtua, dan warga sekitar. Apalagi saat mereka berkumpul di lokasi dan memberikan beberapa sumbangan untuk pihak sekolah di salah satu lapangan dekat sekolah.

Ratusan siswa pun berebut untuk bisa dekat dengan pemain demi bersalaman, berfoto bareng, dan meminta tanda tangan. Senyum riang dan kebahagiaan pun terlihat dari wajah-wajah para siswa.


Sebab, bagi mereka bisa bertemu pemain Persib secara dekat adalah hal yang jarang. Bahkan, banyak guru dan orangtua siswa yang juga turut berebut agar bisa berdekatan dengan pemain Persib. Usai sesi pemberian bantuan, rombongan kemudian diajak untuk meninjau ke dalam sekolah yang berjarak beberapa puluh meter dari lapangan.

Di sana, rombongan Persib diajak untuk meninjau kerusakan sekolah, mulai dari tembok yang ambruk, perpustakaan yang hancur, hingga beragam kerusakan lainnya. Kursi dan meja pun masih berserakan di mana-mana.

Manajer Umuh Muchtar mengaku sangat prihatin melihat kondisi sekolah itu. Ia pun langsung menjanjikan memperbaiki berbagai kerusakan di sana dari uang pribadi. "Ini secara pribadi dulu saya akan bereskan, dari Persib juga pasti nanti membantu," ujar Umuh.

Ia berharap berbagai kerusakan itu bisa selesai diperbaiki secepatnya. Sehingga, kegiatan belajar mengajar di sana akan kembali normal. "Saya dengar ini sekolah bagus, mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi," ucap Umuh.

Kepala SDN 106 Ajitunggal Dwi Windiarti pun langsung mengucap syukur dan meneteskan air mata mendengar apa yang dijanjikan Umuh. Beberapa guru pun terlihat menangis haru.

"Kami dari pekolah tidak bisa mengucapkan dengan kata-kata. Ini adalah utusan Allah yang benar-benar dikirimkan untuk SD ini, bukan kamuflase, bukan hanya mencari kesempatan dalam kehancuran kami," tutur Dwi sambil terisak.

Sebagai kepala sekolah, Dwi mengaku ingin sekolahnya kembali pulih. Tapi, ia tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan anggaran. Perbaikan oleh Pemkot Bandung pun tak bisa cepat dilakukan karena ada mekanisme anggaran yang membutuhkan waktu.

"Hanya ucapan terima kasih, mudah-mudahan Allah SWT membalas semua yang telah menyumbangkan apapun kepada kami," ungkap Dwi.

Sementara itu, kapten Persib Supardi Nasir berharap para siswa dan guru di sana segera bangkit dari keterpurukan. "Saya berharap anak-anak di sini tetap semangat menjalani aktivitasnya. Anggap saja ini musibah. Ketika Allah SWT kasih musibah, Allah SWT ingin sekolah ini diangkat lagi derajatnya," tuturnya.

Ia juga berharap para siswa yang akan segera ujian dalam waktu dekat bisa menjalankannya dengan lancar. Kondisi sekolah yang rusak diharapkan tidak jadi kendala berarti.

Aktivitas sekolah sendiri sudah kembali berjalan sejak kemarin. Karena beberapa ruangan rusak, siswa terpaksa 'numpang' belajar di SD lain yang jaraknya cukup dekat dari lokasi. Ada juga siswa yang ruang kelasnya menggunakan bangunan milik warga setempat.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler