Mengenang Momentum Konferensi Asia Afrika

Bandung - TemanBaik tahu enggak apa yang istimewa pada 18 April 2019 ini? Hari ini adalah Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-64. Konferensi yang dihadiri berbagai pimpinan negara di Asia dan Afrika ini dilaksanakan pada 18 April 1955 di Bandung. Yuk, cari tahu apa saja yang menarik dari KAA!

Dilansir laman resmi Museum Asia Afrika, usai Perang Dunia II pada Agustus 1945, ada dampak positif yang dihasilkan. Beberapa negara akhirnya memperoleh kemrdekaan seperti Indonesia (17 Agustus 1945), Vietnam (2 September 1945), Filipina (4 Juli 1946), Pakistan (14 Agustus 1947), India (15 Agustus 1947), Birma (4 Januari 1948), Ceylon (4 Februari 1948), dan Republik Rakyat Tiongkok (1 Oktober 1945).

Tapi, masih ada penjajahan loh. Banyak negara yang saat itu belum merdeka, seperti Aljazair, Tunisia, Maroko, Kongo, dan beberapa negara lainnya. Ada juga negara-negara yang masih terkena dampak penjajahan berupa konflik antarkelompok akibat politik devide et impera alias adu domba.

Singkat cerita, pada awal 1954, Perdana Menteri Ceylon Sir John Kotelawala mengundang Perdana Menteri dari Birma, India, Indonesia, dan Pakistan. Dalam pertemuan itu, Perdana Menteri Indonesia Ali Sastroamidjojo mendapat pesan dari Presiden Soekarno untuk menyampaikan ide digelarnya Konferensi Asia Afrika. Tujuan besarnya menggaungkan semangat solidaritas di antara negara Asia-Afrika sekaligus spirit melawan penjajahan.

Tak cukup hanya usulan itu loh, TemanBaik. Pemerintah Indonesia melakukan pendekatan kepada 18 negara di Asia dan Afrika melalui saluran diplomatik untuk menyampaikan usulan digelarnya KAA.

Baca Ini Juga Yuk: Sensasi Lain Saat Jelajahi Museum KAA di Malam Hari

Berbagai upaya yang dilakukan akhirnya berhasil. KAA digelar di Bandung dengan menggunakan Gedung Concordia sebagai tempat pelaksanaan konferensi. Gedung Concordia pun sengaja diubah namanya menjadi Gedung Merdeka pada 7 April 1955.

Selain itu, ada pergantian nama lain untuk membuat semangat KAA menjadi lebih besar. Gedung Dana Pensiun diganti menjadi Gedung Dwiwarna. Jalan Raya Timur pun berubah nama menjadi Jalan Asia-Afrika.

Dalam pelaksanaan KAA, ada 29 negara dari Asia dan Afrika yang terlibat. Pimpinan dan delegasi masing-masing negara pun hadir dengan jumlah total sekitar 1.500 orang. Pada 18 April 1955, pukul 08.30 WIB, para delegasi berbagai negara keluar dari tempat mengingap mereka di Hotel Homann dan Hotel Preanger menuju Gedung Merdeka dengan berjalan kaki.

Sambutan antusias diberikan warga di sekitar lokasi. Momentum itu akhirnya dikenal dengan sebutan Langkah Bersejarah (The Bandung Walks). Sementara pelaksanaan konferensi sendiri berlangsung selama seminggu. Hasilnya, terlahir Dasasila Bandung pada 24 April 1955. Isinya menjadi pembakar semangat bagi negara-negara di Asia dan Afrika untuk merdeka.

Soliditas antara negara-negara di Asia dan Afrika juga semakin kuat. Bahkan, beberapa negara kemudian mampu memerdekakan diri usai pelaksanaan KAA.

TemanBaik bangga kan dengan negara Indonesia. Sebab, Indonesia menjadi pelopor bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk merdeka dari penjajahan dan solid satu sama lain!


Foto: asianafricanmuseum.org

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler