3 Elemen Penting Pendidikan di Mata Ridwan Kamil

Bandung - Jika ingat kata pendidikan, mungkin akan banyak orang teringat pada sekolah, kampus, atau lembaga pendidikan lainnya. Padahal, pendidikan enggak cuma di tempat itu loh, TemanBaik.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap ada tiga elemen atau zona yang menjadi tempat untuk pendidikan. Ketiganya adalah hal yang saling terkait satu sama lain.

Bukan hanya untuk pendidikan formal, tiga zona itu juga jadi tempat pendidikan seseorang dalam menjalani kehidupan. Apa aja sih tiga zona pendidikan itu?

"Pendidikan itu ada tiga zona, yaitu zona keluarga, zona sekolah, dan zona masyarakat," kata Emil, sapaan akrabnya, usai upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (2/5/2019).

Masing-masing zona punya peran penting dalam mendidik seseorang. Sehingga, karakter, pengetahuan, hingga sikap seorang anak akan baik.

Ia pun mencontohkan kasus kericuhan di Bandung di sela aksi buruh di Bandung pada Rabu (1/5/2019). Meski menyuarakan perjuangan seputar buruh, hal negatif dilakukan, di antaranya vandalisme. Bahkan, kericuhan akhirnya terjadi. Ratusan orang yang mayoritas masih pelajar itu pun diamankan polisi.

Baca Ini Juga Yuk: Ini yang Harus Dicontoh Indonesia dari Pendidikan di Finlandia

Berkaca dari hal itu, Emil menekankan pentingnya keluarga dalam menerapkan pendidikan. Bukan soal pelajaran formal, tapi tentang perilaku hingga pentingnya menyampaikan sesuatu dengan cara yang baik.

Jangan sampai justru anak terpengaruh oleh hal negatif di lingkungan pergaulannya. Jika sang anak sudah punya pondasi di keluarga tentang sesuatu hal negatif seperti aksi kemarin diyakini tidak akan terjadi.

Begitu juga di lingkungan masyarakat, sebaiknya saling mengingatkan dilakukan terhadap sesuatu yang negatif. Sehingga, seseorang akan bisa 'mengerem' perilakunya.

"Kalau menyampaikan masalahnya (aspirasi) dengan tertib, saya kira enggak ada masalah. Tapi, pada saat dia melanggar, risiko (berurusan dengan hukum) menjadi sebuah konsekuensi. Termasuk yang masih pelajar, berarti orangtuanya yang terkena getahnya kan begitu ya," tuturnya.

"Selain (yang bersangkutan) dihukum, orangtuanya (secara tidak langsung) dipermalukan dan lain sebagainya. Ini menjadi pelajaran agar kita di negara Indonesia ini kebebasan itu ada tata caranya, tidak sebebas-bebasnya," pungkas Emil.

Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler