Cara Kemenpar Ajak Milenial Terlibat dalam Pariwisata Indonesia

Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya bikin acara seru ngabuburit bareng milenial nih, bernama 'Millenial Tourism Corner'. Program ini dibuat untuk mendorong minat generasi milenial terlibat pada industri pariwisata.

Selain Menpar Arief dan sejumlah peserta anak muda, hadir juga beberapa narasumber keren di acara ini. Seperti Ketua Tim Percepatan Millenial Kemenpar Gabriella Patricia Mandolang, Co-Founder Tiket.com Gaery Undarsa, Ketua Dewan Pariwisata Rumah Millennial Marsya Gusman dan Noudhy Valdryno dari Facebook Indonesia sebagai Keynote Speaker dalam acara tersebut.

Acara yang bertempat di Upnormal Coffee Roster Jakarta, Selasa (14/05/2019) kemarin ini membahas megenai perkembangan pariwisata Indonesia di tengah kemajuan teknologi informasi. Selain itu, acara ini juga memberikan inspirasi kepada generasi milenial untuk turut serta membantu program pemerintah lewat platform digital.

Baca Ini Juga Yuk: 3 Jurus Menpar Bikin Banyuwangi Jadi Tujuan Wisata Dunia

Kementerian Pariwisata juga akan memfasilitasi kesediaan pariwisata terbaik bagi kaum milenial di bidang digital. "Zaman sekarang, perilaku wisatawan sudah sangat digital, sudah banyak millennials travellers yang mempunyai followers besar dan digandrungi oleh para generasi millenial lainnya atau generasi yang biasa disebut generasi Z," ujar Menpar Arief Yahya lewat laman Facebook Kemenpar.

Menurut Menpar Arief, terdapat sekitar 70 persen travellers melakukan 'search dan share' melalui platform digital sehingga lebih dari 50 persen inbound travellers yang datang ke Indonesia adalah kaum milenial. "Social Media itu sudah seperti kebutuhan mereka karena milenial itu ingin diakui (Esteem Needs). Milenial adalah masa depan pariwisata Indonesia, 'who wins the future, wins the game'," jelasnya.

Menpar Arief juga menambahkan kalau hal ini adalah Implementasi Kebijakan Kementerian Pariwisata yang serba digital melalui Tourism 4.0. "Saat ini semua serba digital, hingga muncul istilah Tourism 4.0, Ini adalah pariwisata untuk milenial (millennial tourism) yang memang seluruh aspek hidupnya sudah tergantung pada digital. Point saya, milenial menuntut adanya digital experience dari setiap titik di dalam consumer journey mereka," tutupnya.

Foto: Facebook.com/kemenpar


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler