5 Cara Sederhana Ajarkan Anak-anak Lapang Dada Menerima Kekalahan

Mengajarkan anak-anak untuk lapang dada menerima kekalahan tentu jadi tanggungjawab orang tua. Memang bukan hal mudah tapi juga bukan berarti sulit kok. Semakin dini nilai-nilai baik itu ditanamkan maka akan semakin kuat melekat pada diri anak.

Jika nilai kebaikan ini dipegang teguh, saat dewasa nanti anak-anak akan menjadi pribadi-pribadi tangguh yang melihat kekalahan bukanlah sesuatu yang bisa menghancurkan tapi menjadi titik perbaikan.

Nah, ini cara-cara sederhana yang bisa diterapkan dan dibiasakan pada anak-anak supaya mereka terlatih lapang dada saat kalah:

1. Jangan Biasakan Selalu Menang
Saat bermain dengan anak-anak, biasanya orang dewasa sengaja mengalah supaya anak menang sehingga jadi senang. Namun kebiasaan ini ternyata tak baik loh. Sebaiknya, kondisikan anak mengalami kekalahan sama seringnya dengan kemenangan. Ini untuk menanamkan kesadaran anak bahwa ia memang tak bisa selalu menang. Karena di luar sana pun nanti ia akan banyak menemui orang yang memiliki kelebihan dibandingkan dirinya.

2. Ajarkan Menerima Kekalahan
Saat bermain balap lari misalnya, orang dewasa yang mengalami kekalahan dari anak bisa mencontohkan bagaimana mengatasi kekalahan itu. Jangan tunjukkan muka kecewa, kesal, marah atau tak terima kekalahan. Karena itu akan dicontoh anak saat mereka kalah. Sebaiknya katakan bahwa kalah itu tak mengapa dan itu akan membuatnya lebih berusaha lagi. Ucapkan dengan sungguh-sungguh dan wajah yang tetap menyenangkan ya! Ini akan tertanam pada jiwa anak bahwa kalah itu tak apa-apa dan hal yang biasa terjadi pada siapapun.

Baca Ini Juga Yuk: Pentingnya Melatih Anak Kelola Emosi Sedari Kecil

3. Menang Jangan Sombong
Sebaliknya, saat menang orang dewasa juga harus bisa menunjukkan sikap bijak. Tidak selebrasi berlebihan atau mengolok-olok si kecil yang kalah permainan hingga membuatnya kesal. Ini malah akan membuat anak-anak berusaha menang dengan segala cara supaya tidak merasakan perasaan kecewa dan kesal karena diledek oleh yang menang. Justru sebaliknya, saat menang orang dewasa harus bisa membesarkan hati yang kalah.

4. Latih Sportifitas
Ulangi terus permainan kadang menang dan kadang kalah saat bermain dengan anak. Latih sikap anak menghadapi kemenangan dan kekalahan dengan sebaik-baiknya. Saat menang, ia akan menunjukkan kegembiraan dengan wajar tanpa meledek. Juga saat anak kalah dan ia masih bisa tersenyum dan bahkan mengucapkan selamat pada yang menang, maka itu artinya TemanBaik sudah menanamkan dasar-dasar lapang dada dengan baik.

5. Semua Orang Unik
Memang menyenangkan rasanya menjadi nomor satu. Tapi bukan berarti menjadi nomor satu dalam segala hal harus menjadi tujuan. Ajarkan pada anak-anak bahwa setiap manusia memiliki keunikan, kelebihan dan kekurangan. Tak mungkin ada orang yang selalu menjadi nomor satu dalam semua hal. Jika anak mengerti kelebihannya, maka ia juga tak akan meremehkan kelemahan orang lain.


Foto: Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler