Intan Aurelita, Mahasiswi yang Menikmati Jadi Satpol PP

Bandung - Pernah kebayang enggak TemanBaik ada petugas Satpol PP berparas cantik dan masih muda? Di Kota Bandung ada loh. Namanya Intan Aurelita, usianya 20 tahun.

Berbalut kerudung, Intan rutin menjalankan kesehariannya sebagai petugas Satpol PP Kota Bandung. Ia baru beberapa bulan ini bekerja di sana.

Dalam bertugas, Intan bersama para petugas perempuan Satpol PP Kota Bandung sering berhadapan dengan pedagang kaki lima (PKL). Intan dan kawan-kawanlah yang berusaha membuat kawasan Alun-alun Kota Bandung dan sekitarnya menjadi tertib dan rapi.

Sesekali, ia juga bertugas ke wilayah lain sesuai instruksi. Baginya yang penting adalah menjalankan tugas sebaik mungkin. Tak jarang, ia selalu mendapat perlawanan dari mereka yang ditertibkan. Bukan hanya PKL, warga juga ada yang ngeyel loh saat diingatkan untuk tidak melanggar aturan, khususnya peraturan daerah.

Misalnya saat ada pedagang yang masuk ke area halaman Alun-alun di depan Masjid Raya Jawa Barat, Intan dan kawan-kawanlah yang menertibkan. Saat ada yang merokok di area terlarang, ia juga yang mengingatkan. Di luar itu, ada banyak upaya lain untuk menciptakan ketertiban.

Enggak mudah loh menjadi Satpol PP, apalagi seorang perempuan. Sebab, risiko beradu argumen hingga fisik ada di depan mata jika yang ditertibkan atau diingatkan merasa tidak terima.

"Macem-macem sih di lapangan, mulai dari pedang ada yang bisa nerima kalau diingatkan. Ada juga yang enggak bisa terima. Kadang ada juga pelanggar yang menyalahkan orang lain (saat ditertibkan atau diingatkan)," kata Intan kepada BeritaBaik.id.

Sadar risiko di depan mata cukup besar, Intan dan rekan-rekannya berusaha melakukan cara sopan. Bahkan, ia selalu berusaha memberi senyum lebih dulu saat menjalankan tugas.

Baca Ini Juga Yuk: Aksi Simpatik Srikandi Satpol PP Saat Bertugas Tertibkan PKL

"Yang penting kita humanis, kita harus cari kata-kata yang penyampaiannya enak buat pelanggar. Kita sapa dulu, kasih senyum biar enak," tutur Intan.

Sejauh ini, apa yang dilakukan Intan cukup berhasil. Ia tidak pernah mendapat perlawanan berarti. Tapi, sesekali adu argumen sih pernah terjadi. Itu pun bisa diatasi dan pelanggar akhirnya mau tertib dan taat aturan.

Intan sendiri mengaku menikmati pekerjaannya. Meski terkesan profesi yang jarang bagi seorang perempuan, menjadi petugas Satpol PP membuatnya merasa tertantang. Sebab, ia berusaha menjadi garda terdepan untuk tegaknya peraturan daerah.

"Kita juga senang kerja di lapangan karena banyak bersosialisasi langsung dengan masyarakat. Kita juga dapat ilmu banyak," ungkap Intan yang tinggal di kawasan Bandung Selatan.

Hebatnya, Intan enggak cuma jadi petugas Satpol PP loh, TemanBaik. Ia saat ini tercatat sebagai mahasiswi aktif di Bina Sarana Informatika jurusan manajemen pemasaran.

Tapi, ia bisa membagi waktu dengan baik kok. Sebab, ia kuliah kelas karyawan yang waktu belajarnya sore hingga malam. Sehingga, pagi hingga sore ia bisa bertugas sebagai petugas Satpol PP.

Sebelum menjadi petugas Satpol PP, Intan juga pernah bekerja di salah satu minimarket. Tapi, ia kini sudah mantap dengan pekerjaan barunya di instansi pemerintah.

Intan sendiri mengaku enggak pernah kepikiran menjadi petugas Satpol PP. Tapi, saat ada lowongan, ia mendaftar hingga akhirnya diterima bekerja di Satpol PP Kota Bandung meski berstatus pegawai harian lepas (PHL).

Disinggung soal cita-citanya, Intan tidak menyebut secara spesifik. Baginya, hidup harus bermanfaat. Sehingga, cita-cita terbesarnya adalah menjadi seseorang yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

"Cita-cita saya mau jadi orang sukses aja di bidang apapun," ucap Intan.


Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler