Kreasi Keren Warga Kepulauan Riau Menyulap Sampah Jadi Batako

Tanjung Pinang - Warga Kepulauan Riau punya beragam cara untuk menyulap sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat loh, TemanBaik. Mau tahu apa saja kreasinya?

Belum lama ini, Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Lomba Inovasi Tepat Guna Tingkat Kepri. Peringkat pertama hingga ketiga pemenang lomba itu didominasi para inventor yang mengubah sampah atau limbah menjadi produk bermanfaat.

Pemenang peringkat pertama, yaitu Maharani dan Alfikri, berhasil mengubah sampah plastik menjadi batako. Mereka pun berhak mendapat hadiah Rp 15 juta.

Peringkat kedua menciptakan inovasi daur ulang sampah organik dengan pembudidayaan black soldier fly atau lalat tentara hitam. Kelompok dari Posyantekdes Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan ini berhak membawa hadiah Rp 13 juta.

Sedangkan peringkat ketiga diraih Bank Sampah Kota Tanjungpinang. Inovasi yang dilakukan delapan inventor kelompok ini adalah menyulap limbah plastik dan limbah puntung rokok menjadi bata loh. Gimana, keren-keren kan inovasinya?

Ketiga pemenang itu pun berhak mewakili Kepri pada Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) di Bengkulu pada September mendatang. Mereka akan bersaing dengan para inventor yang berhasil menang di masing-masing provinsi di seluruh Indonesia.

Selain itu, inovasi mereka juga akan dimanfaatkan lebih lanjut loh. Pemprov Kepri akan mengupayakan hak paten untuk inovasi ketiga pemenang lomba.

"Pengusulan hak paten merupakan penghargaan dan penghormatan kepada inovator atas hasil karyanya," kara Kepala Dinas PMD Dukcapil Kepri H. Sardison," di laman resmi Pemprov Kepri.

Dengan memiliki hak paten, mereka akan mendapatkan royalti jika kreasinya dipakai orang lain. Selain hak paten, rencananya inovasi mereka juga akan diproduksi lebih banyak loh. Dengan begitu, inovasi ciptaan mereka bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Selain ketiga pemenang itu, ada inovasi lain juga loh yang enggak kalah keren. Tapi, inovasi yang diciptakan bukan berkaitan dengan sampah. Pemenang harapan satu misalnya, yaitu L-Wof. Mereka menciptakan rancangan bangunan instrumentasi pengukur panjang dan berat ikan.

Pemenang harapan kedua dari perwakilan Kota Batam menciptakan mesin pengupas kunyit. Sedangkan pemenang harapan ketiga perwakilan dari Kabupaten Karimun berhasil menciptakan alat pengerok besi. Para juara harapan itu pun berhak mendapatkan hadiah masing-masing Rp 5 juta, Rp 4 juta, dan Rp 3 juta.

Foto: Para peserta Lomba Inovasi Tepat Guna bersama para juri (dokumentasi Dinas PMD Dukcapil Kepri)

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler